LINGKARWILIS.COM – Sebuah gudang kayu jati milik Eko Haryanto di Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Tulungagung terbakar habis pada Selasa malam (1/10).
Penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan, namun pemilik gudang kayu jati diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 400 juta.
Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Bambang Pidekso menjelaskan kebakaran terjadi sekitar pukul 22.20 WIB.
Belum diketahui penyebabnya apa tetapi gudang kayu jati yang menyimpan peralatan mesin kayu tersebut tiba-tiba terbakar dan mengagetkan warga sekitar.
Kejadian itu membuat warga setempat berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, sementara sebagian warga lainnya melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
Perhutani KPH Kediri dan Polsek Durenan Gelar Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan, Ini Infonya
Bambang menjelaskan bahwa mereka menerima laporan kebakaran sekitar pukul 22.25 WIB dan segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman.
Setelah menerima laporan, mereka tiba di lokasi sekitar pukul 22.37 WIB dengan membawa tiga mobil pemadam kebakaran dan dua truk tangki suplai air.
Saat petugas tiba, api sudah melahap sebagian besar gudang “Proses pemadamannya cukup lama yakni selama satu jam lebih, dikarenakan di dalam gudang tersebut terdapat barang-barang yang mudah terbakar,” jelas Bambang.
Proses pendinginan berlangsung hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.55 WIB. Setelah pemadaman selesai, Bambang menjelaskan bahwa mereka melakukan olah tempat kejadian untuk mencari tahu penyebab kebakaran. Namun, petugas belum bisa mengidentifikasi penyebabnya, dan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.
Akibat kebakaran ini, banyak balok kayu jati dan peralatan mesin yang hangus terbakar. Eko Haryanto, selaku pemilik gudang, mengalami kerugian yang signifikan, mencapai Rp 400 juta.
Bambang menambahkan meskipun kebakaran ini berskala besar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, dan penyebab kebakaran masih belum diketahui, mengingat saat itu gudang dalam keadaan kosong.





