Kediri, LINGKARWILIS.COM – Bertahun-tahun menekuni usaha olahan berbahan baku ikan, Ny. Neny, warga Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, sukses memasarkan berbagai produknya yang kini dikenal luas.
Ia menawarkan beragam pilihan seperti keripik, kerupuk, sempol, pentol, dan bakso, yang semuanya diolah dari ikan lele, patin, dan nila.
Menurutnya, variasi menu sengaja diciptakan agar konsumen tidak jenuh dengan sajian ikan yang hanya digoreng atau dibakar.
“Kami memproduksi kerupuk, keripik, dan lainnya untuk menjangkau konsumen dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Semua kami kemas, kecuali bakso, sempol, dan pentol yang setiap hari selalu tersedia dalam jumlah banyak dan cepat habis terjual,” jelasnya.
Harga produk bervariasi, mulai dari Rp6.000, Rp10.000, hingga Rp15.000. Ny. Neny tercatat sebagai anggota Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Olahan Ikan (Poklahsar) binaan Dinas Perikanan Kabupaten Kediri. Selain berjualan di rumah, ia juga memiliki lapak di sentra UMKM di Simpang Lima Gumul (SLG).
“Selain produk buatan sendiri, kami juga menampung dan menjual hasil olahan anggota Poklahsar lainnya. Produk berbahan ikan ini dapat ditemui di sejumlah toko, swalayan di Kabupaten Kediri, hingga di Galeri Tenun Toyoresmi,” tambahnya.
Guna memperluas pasar, Ny. Neny rutin mengikuti pameran UMKM dan produk pangan, baik di Kediri maupun di luar daerah. Ia juga memanfaatkan media sosial untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






