Kediri, LINGKARWILIS.COM – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri mengadakan edukasi sekaligus diskusi mengenai Early Warning System (EWS) Kebebasan Beragama di Kelurahan Rejomulyo, Jumat (26/9/2025). Kegiatan ini menghadirkan penyuluh agama dan tokoh lintas agama.
Plt. Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Kediri, Ustadz Abdu Shomad (UAS) menyampaikan bahwa EWS tidak hanya berfungsi sebagai alat deteksi dini potensi kerawanan, tetapi juga menjadi sarana edukasi masyarakat.
“Dengan adanya EWS, tokoh agama diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya kebebasan beragama, sekaligus berperan aktif menjaga kerukunan umat,” jelas UAS.
Baca Juga : Musda XI DPD Golkar Kota Kediri, Sudjono Teguh Wijaya Berpeluang Besar Terpilih Lagi
Kegiatan ini diikuti oleh kepala KUA se-Kota Kediri, penyuluh agama Islam, serta perwakilan tokoh agama dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Konghucu. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat semangat toleransi di tengah masyarakat.
Program EWS sendiri merupakan kebijakan Kementerian Agama RI yang dirancang guna memperkuat moderasi beragama, mencegah potensi konflik sejak dini, sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai perbedaan.
Melalui forum ini, Kemenag Kota Kediri berharap terbangun kesadaran bersama sehingga tercipta kehidupan sosial yang damai, harmonis, dan penuh rasa saling menghormati.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





