NGANJUK, LINGKARWILIS.COM – Kegiatan penyediaan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cangkringan, Kabupaten Nganjuk, sempat dihentikan sementara.
Kepala SPPG Cangkringan, Moch. Chabib Chasbullah, memberikan penjelasan resmi terkait penghentian operasional tersebut. Ia menegaskan, kebijakan penghentian sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) murni disebabkan kendala administratif, bukan persoalan kualitas makanan maupun distribusi bahan baku.
“Untuk sementara memang kegiatan dihentikan. Penghentian oleh pihak BGN itu karena kesalahan teknis dalam pelaporan, bukan faktor lain,” ujar Chabib, Rabu (4/3/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya segera melakukan koordinasi dan klarifikasi kepada BGN untuk meluruskan persoalan administrasi tersebut. Hasilnya, pihak pusat telah memberikan persetujuan agar distribusi MBG kembali dilaksanakan.
Baca juga : Disnaker Kabupaten Kediri Buka Posko Pengaduan THR Jelang Lebaran
“Setelah klarifikasi, kami sudah mendapat jawaban dari BGN. Mulai Kamis (5/3/2026) suplai menu MBG kembali berjalan untuk sembilan sekolah penerima manfaat,” jelasnya.
SPPG Cangkringan sendiri memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat di wilayah tersebut. Total penerima manfaat mencapai 2.827 orang.
Sebanyak 2.566 penerima berasal dari sektor pendidikan yang tersebar di sembilan sekolah, di antaranya SMPN 1 Nganjuk, SMAN 1 Nganjuk, serta TK/SD NU Khotijah.
Sementara itu, 261 penerima lainnya masuk dalam kategori Kelompok 3B yang terdiri atas ibu menyusui (busui), ibu hamil (bumil), dan balita di wilayah Kelurahan Cangkringan dan Kelurahan Kartoharjo.
Dengan kembali beroperasinya program tersebut, SPPG Cangkringan memastikan layanan pemenuhan gizi bagi para penerima manfaat tetap berjalan sesuai ketentuan.***
Reporter: Inna Dewi Fatimah
Editor : Hadiyin





