NGANJUK, LINGKARWILIS.COM – Kabupaten Nganjuk tak hanya lekat dengan julukan Kota Angin, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner yang belakangan ini mencuri perhatian publik. Salah satunya adalah Kerupuk Pecel Bu Penik, sajian sederhana yang kini menjelma menjadi magnet bagi para penikmat kuliner.
Berlokasi di Jalan Merapi, Desa Besuk, Kecamatan Loceret, warung milik Bu Penik mendadak ramai diserbu pengunjung, baik warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah. Popularitasnya bahkan menjadikan tempat ini sebagai salah satu tujuan kuliner wajib saat berkunjung ke Nganjuk.
Menariknya, menu andalan tersebut lahir tanpa perencanaan khusus. Usaha yang dirintis sejak 1998 itu awalnya hanya menjual nasi pecel dan bubur sumsum. Namun, tingginya animo pelanggan kerap membuat stok nasi ludes sebelum waktu tutup.
Baca juga : Pemkab Kediri Alokasikan Rp2,5 Miliar untuk Pembangunan Jembatan Cerme
“Kalau sudah siang, biasanya nasinya habis, tinggal sambalnya saja. Dari situ ibu akhirnya membeli kerupuk,” ujar Yayuk Harmiasih (41), putri Bu Penik yang kini melanjutkan usaha keluarga, mengenang awal mula terciptanya menu tersebut.
Kerupuk yang kala itu dibawa sang ayah sepulang menarik becak justru menjadi pelengkap tak terduga, sekaligus titik balik yang mengangkat nama warung sederhana ini.
Popularitas Kerupuk Pecel Bu Penik semakin melejit seiring maraknya unggahan di media sosial. Cerita pelanggan, unggahan foto, hingga video ulasan membuat namanya menyebar luas, tak hanya di Nganjuk, tetapi juga menjangkau Madiun, Ngawi, Magetan, Tulungagung, hingga Jombang.
Meski telah dikenal luas, keaslian cita rasa tetap dijaga. Racikan sambal pecel masih dibuat langsung oleh Bu Penik, meski usianya tak lagi muda. Langkah tersebut dilakukan demi mempertahankan konsistensi rasa yang telah melekat sejak puluhan tahun lalu.
Baca juga : Satpol PP Kabupaten Kediri Amankan Nenek Terlantar di Wilayah Tarokan
Ciri khas sambalnya yang gurih dan tidak terlalu pedas membuatnya mudah diterima berbagai kalangan. Disajikan bersama kerupuk khusus yang didatangkan dari Kediri, hidangan ini dilengkapi aneka sayuran segar serta pilihan gorengan.
Dalam sehari, warung ini mampu menghabiskan sekitar 20 kilogram sambal pecel dan 15 kilogram kerupuk. Aktivitas padat tersebut dikelola secara gotong royong oleh Yayuk bersama saudara-saudaranya.
Warung Kerupuk Pecel Bu Penik buka setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 14.00 WIB. Kepadatan pengunjung biasanya meningkat saat akhir pekan dan hari libur nasional. Sementara itu, selama bulan Ramadan, warung tutup sekitar satu bulan dan kembali beroperasi saat Idul Fitri untuk melayani para pemudik.***
Reporter: Inna Dewi Fatimah
Editor : Hadiyin





