KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 2026 mahasiswa Universitas Nusantara PGRI Kediri di Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, resmi berakhir pada Jumat (13/2/2026). Selama kurang lebih tiga pekan, 38 mahasiswa melaksanakan sejumlah program pemberdayaan yang menyasar sektor pendidikan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Dosen Pembimbing Lapangan KKNT, Eko Sri Wulanitya, S.ST., M.Keb., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mengusung enam program utama dengan fokus peningkatan kapasitas warga. Salah satu yang menonjol ialah pelatihan digitalisasi UMKM yang mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Menurutnya, warga menunjukkan antusiasme tinggi untuk mempelajari strategi pemasaran produk secara daring. Mahasiswa tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendampingi peserta hingga mampu membuat akun promosi dan penjualan secara mandiri.
Selain penguatan ekonomi, mahasiswa turut berkontribusi di bidang pendidikan melalui program peningkatan literasi dan numerasi. Kegiatan itu diwujudkan dalam bentuk pondok belajar yang digelar setiap hari di basecamp mahasiswa dengan melibatkan sekitar 35 anak.
Baca juga : Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo, Pemkab Kediri Galakkan Gerakan Budaya Bersih
Eko berharap program tersebut dapat mendukung peningkatan prestasi akademik sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas di Tosaren.
Mahasiswa juga menjalankan program Balieng yang ditujukan bagi siswa sekolah dasar. Program ini memberikan edukasi mengenai pemahaman perilaku dan pencegahan tindakan yang tidak diinginkan di lingkungan sekolah. Sebagai bentuk keberlanjutan, di beberapa sekolah bahkan telah dibentuk tim khusus untuk melanjutkan program tersebut.
Wujud pengabdian lainnya ditandai dengan penyerahan fasilitas gazebo yang ditempatkan di kawasan wisata Sumber Bulus. Mahasiswa juga memasang papan penunjuk arah menuju lokasi wisata guna memudahkan akses masyarakat maupun pengunjung.
Kepala Kelurahan Tosaren, Joko Prayitno, SE., mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKNT. Ia menilai kehadiran mereka membawa dampak positif melalui inovasi program dan kolaborasi yang memberikan pengalaman baru bagi warga.
Menurut Joko, dukungan swadaya seperti pembangunan gazebo dan pemasangan rambu penunjuk arah menjadi bukti nyata manfaat program tersebut. Pemerintah kelurahan pun berupaya memberikan pendampingan penuh selama kegiatan berlangsung.
Baca juga : Pemkot Kediri dan Bapanas Perketat Pemantauan Harga Sembako Jelang Imlek dan Ramadan
Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat terus terjalin, mengingat sinergi tersebut terbukti mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan dan kemandirian ekonomi.
“Semoga program ini mampu meningkatkan kesejahteraan warga melalui penguatan pendidikan dan ekonomi mandiri,” ujarnya.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin