Malang, LINGKARWILIS.COM – Senyum ramahnya selalu hadir setiap kali bertemu warga. Cara bicaranya lembut, tutur katanya sederhana, dan sikapnya rendah hati. Itulah sosok Kombes Pol Budi Hermanto, atau yang akrab disapa Buher.
Meski menyandang pangkat tinggi di kepolisian, Buher lebih dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat daripada sekadar pejabat yang berwenang.
Karier Buher di tubuh Polri sarat dengan catatan prestasi. Ia pernah memimpin penyitaan narkotika hingga ratusan kilogram, menerima penghargaan langsung dari pimpinan Polri, dan dipercaya mengemban berbagai penugasan penting. Buher juga pernah menjabat sebagai Kapolres Batu, Kapolres Blitar, hingga Kapolresta Malang Kota.
Namun, kiprahnya di Kota Malang-lah yang paling membekas di hati masyarakat. Sosoknya tidak hanya hadir sebagai Kapolresta, tetapi juga sebagai “tetangga” yang mau mendengar keluh kesah warga. Saat ada yang kesulitan mengurus pelayanan, Buher berusaha mencarikan jalan keluar.
Situs Persada Soekarno Gelar Doa Syukur, Kenang Bung Karno di Sidang Umum PBB 30 September 1960
Kepeduliannya terhadap penyandang disabilitas pun melahirkan pelayanan inklusif yang membuat mereka merasa lebih dihargai. Dari situlah muncul julukan hangat, “Bapak Disabilitas Malang Kota.”
“Polisi bukan hanya soal penegakan hukum, tapi juga soal bagaimana hadir menenangkan,” begitu prinsip yang kerap ia sampaikan. Prinsip ini terwujud dalam berbagai inovasi pelayanan publik yang ia dorong, mulai dari digitalisasi layanan hingga program-program yang membuat masyarakat lebih dekat dengan polisi.
Senyum Ramah AKP Henry, Bikin Jalanan Mojoroto Lebih Tertib di Jam Sibuk
Kini, langkah karier Buher membawanya ke Polda Metro Jaya sebagai Kabid Humas. Tugas barunya tentu tidak mudah: menjadi jembatan komunikasi antara Polri dan masyarakat di tengah derasnya arus informasi. Namun dengan pengalaman panjang serta kedekatan yang telah ia bangun bersama para jurnalis, ia diyakini mampu menjalankan amanah tersebut.
Bagi Buher, jabatan hanyalah sarana pengabdian. Dari Malang hingga Jakarta, ia tetap membawa hal yang sama: senyum ramah, hati yang terbuka, dan keyakinan bahwa tugas polisi sejatinya adalah menebarkan rasa aman sekaligus rasa memiliki kepada masyarakat.
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor: Ahmad Bayu