BLITAR, LINGKARWILIS.COM β Area Sport Centre di Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar yang menjadi lokasi usaha bagi pedagang kaki lima kini diwarnai konflik. Perselisihan terjadi antara pedagang lama dan pedagang baru yang berjualan di kawasan tersebut.
Pemicu utama konflik ini adalah ketidakpuasan pedagang lama atas kehadiran pedagang baru yang mulai berjualan di sekitar lokasi ruang terbuka hijau (RTH). Pedagang lama merasa keberadaan mereka terganggu, sementara pedagang baru mengklaim bahwa mereka tidak menempati area milik pedagang lama.
“Permasalahan antara pedagang lama dan baru ini sudah sampai ke kami. Kami berharap bisa diselesaikan secara internal melalui paguyuban pedagang,” ujar Ketua Komisi 2 DPRD Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo, Sabtu (1/3/2025).
Baca juga :Β Persik Kediri Tanpa Striker Asing Hadapi Dewa United, M Khanafi Siap Jadi Andalan
Menurut pedagang baru, lokasi berjualan mereka berada di pinggir area dan tidak mengambil lahan pedagang lama di zona pujasera. Mereka juga telah menambah beberapa fasilitas untuk mendukung usaha tanpa mengganggu pihak lain.
“Setiap pedagang juga ditarik retribusi, jadi seharusnya tidak menjadi masalah,” tambah Yohan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar, M Aminurcholis berjanji akan membantu menyelesaikan konflik ini. Ia mengakui bahwa Sport Centre memang berada dalam kewenangan pihaknya, termasuk pengelolaan pedagang.
Baca juga :Β Ksatria Muda Kick Boxing Camp Kediri Raih Medali di Kejuaraan Surabaya Meski Baru Sebulan Berdiri
“Sebenarnya ini bukan ranah kami, tetapi karena lokasi berada di bawah tanggung jawab kami, kami akan segera mencari solusinya,” kata Aminurcholis.
Di sisi lain, Heri Prasetyo, Ketua Paguyuban Pedagang Pujasera Sport Centre, mengungkapkan bahwa pedagang lama keberatan dengan kehadiran pedagang baru karena mereka bukan berasal dari Kelurahan Bendo.
“Sejak awal, pujasera ini diperuntukkan bagi warga sekitar Bendo. Tetapi sekarang jumlah pedagang semakin bertambah,” ungkapnya.
Saat ini, jumlah pedagang lama yang menempati area pujasera mencapai lebih dari 20 orang, sementara pedagang baru berjumlah sekitar 11 orang, mayoritas berjualan menggunakan rombong motor.***
Reporter: Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





