Kediri, LINGKARWILIS.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri kini resmi mengimplementasikan sistem keuangan berbasis non tunai dalam seluruh transaksi organisasinya. Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan yang modern.
Kebijakan ini diumumkan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, pada Kamis (17/4/2025). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh para atlet dan pelatih dari berbagai cabang olahraga.
Ketua Umum KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, menyampaikan bahwa penerapan transaksi digital ini merupakan bagian dari komitmen membangun organisasi yang bersih dan efisien.
Baca juga : Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kabupaten Kediri Didominasi Faktor Ekonomi dan Akses Pornografi
“Dengan sistem non tunai, setiap pengeluaran akan terekam secara digital. Ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban kami kepada publik,” tegas Koko.
Ia juga mengungkapkan target besar KONI dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025. KONI Kediri menargetkan posisi tiga besar dengan raihan masing-masing 70 medali emas, perak, dan perunggu. Lima cabang olahraga yang menjadi tumpuan antara lain angkat besi, angkat berat, atletik, wushu, dan tarung derajat.
Wakil Wali Kota Kediri, Qowimudin, memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menilai sistem keuangan non tunai sebagai bentuk reformasi penting dalam pengelolaan lembaga olahraga.
Baca juga : Warga Kota Kediri yang Nekat Akhiri Hidup di Rel Kereta Api Manisrenggo Diduga Karena Tertekan Pinjol
“Langkah ini sangat positif dan patut menjadi contoh. Pemerintah Kota Kediri mendukung penuh setiap upaya peningkatan tata kelola yang bersih dan akuntabel di sektor olahraga,” ujarnya.
Dengan sistem ini, KONI berharap proses administrasi semakin cepat dan program pembinaan atlet dapat berjalan lebih profesional dan berkelanjutan.***
Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin





