Kediri, LINGKARWILIS.COM – Tragedi memilukan terjadi di jalur rel kereta api kawasan Manisrenggo, Kota Kediri, Rabu (16/4/2025) sore. Seorang pria bernama Anang Riadi (29), warga Kelurahan Ringinanom, ditemukan tewas setelah diduga dengan sengaja menabrakkan diri ke rangkaian Kereta Api Kahuripan jurusan Blitar–Kiara Condong.
Kepala Polsek Kediri Kota, Kompol Ridwan Sahara, mengungkapkan kejadian tersebut dilaporkan pertama kali oleh masinis kereta, Mohamad Chamdan, pada pukul 18.02 WIB ke Stasiun Kediri. Laporan menyebut adanya individu yang melompat ke lintasan saat kereta melaju di kilometer 183+6/7, wilayah Kelurahan Manisrenggo.
Petugas Polsuska, Moch Endri Susanto, bersama penjaga palang pintu kereta api Mohamad Febri, langsung menuju lokasi dan menemukan korban telah meninggal dunia. Polisi kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut di tempat kejadian bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Kediri Kota.
Baca juga : Dua Pilar Kembali, Persik Kediri Siap Tempur Lawan Persija Jakarta
“Korban diketahui sebagai Anang Riadi. Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan indikasi kekerasan. Korban mengalami luka benturan di kepala, serta patah di tangan dan kaki,” ujar Kompol Ridwan, Kamis (17/4/2025).
Lebih lanjut dijelaskan, lokasi kejadian cukup jauh dari area perlintasan resmi, dengan jarak sekitar 10 meter antara titik benturan dan posisi jasad korban ditemukan.
Pihak kepolisian juga mendapatkan keterangan dari Bhabinkamtibmas Ringinanom bahwa korban sebelumnya mengalami tekanan mental akibat tagihan dari pinjaman online (pinjol). Bahkan, informasi pribadi korban diduga telah disebar ke kontak-kontaknya.
Baca juga : Enam Dapur Sehat Didirikan untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis di Kediri
“Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi lebih lanjut,” terang Kompol Ridwan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan dampak serius dari praktik penagihan pinjol yang seringkali menyasar secara psikologis dan sosial, hingga menimbulkan tekanan mental berat bagi korbannya.***
Reporter : Rizky Rusydianto
Editor : Hadiyin





