Blitar, LINGKARWILIS.COM β Setelah sempat tertunda, Kota Blitar akhirnya memiliki Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Dua unit SPKLU tersebut kini beroperasi di kompleks Kantor PLN Blitar, tepatnya di Jalan Ahmad Yani, pojok perempatan Lovi Kota Blitar.
Kepala UPT PLN (Persero) UPJ Blitar, Ocgik Wahyu, mengungkapkan bahwa pembangunan SPKLU ini sebenarnya telah direncanakan sejak 2023, namun baru terealisasi pada akhir Desember 2024.
Pada tahap awal, pengguna masih terbatas karena belum banyak masyarakat yang mengetahui keberadaannya.
“Karena masih baru, belum banyak yang memanfaatkan. Tapi, lambat laun semakin banyak pengguna yang datang,” ujarnya, Selasa (28/1/2025).
Baca juga :Β Kasus Mutilasi Ngawi, Terduga Pelaku Dihadirkan Polda Jatim di Hotel Adi Surya Kediri
Ia menambahkan bahwa sejak awal Januari 2025, jumlah pengguna terus meningkat. Berdasarkan pemantauan PLN, rata-rata terdapat tiga hingga empat pengguna per minggu.
Lonjakan signifikan terjadi selama musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025, dengan mayoritas pengguna berasal dari Jakarta.
“Kehadiran SPKLU ini membuka peluang baru bagi PLN, tidak hanya dalam layanan rumah tangga tetapi juga sektor transportasi,” jelasnya.
Dengan tersedianya SPKLU di Blitar, PLN berharap dapat mendorong masyarakat untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.
Saat ini, biaya pengisian daya kendaraan listrik di SPKLU Blitar ditetapkan sebesar Rp2.500 per kWh.
Dua SPKLU dengan Kapasitas Berbeda
Blitar kini memiliki dua unit SPKLU dengan kapasitas berbeda, yakni:
πΉ 22 kWh
πΉ 50 kWh
Kedua unit tersebut ditempatkan secara strategis di halaman Kantor PLN UPJ Blitar. Pengguna dapat mengakses layanan ini dengan mudah melalui aplikasi Pay Mobile, memilih menu Tap-in untuk pengisian daya secara mandiri, serta menikmati sistem pembayaran yang fleksibel, baik tunai maupun nontunai.
“SPKLU ini menjadi langkah awal dalam mendukung transisi ke kendaraan listrik di Blitar. Kami akan terus mengembangkan layanan sesuai tren kendaraan ramah lingkungan ini,” pungkas Ocgik Wahyu.***
Reporter: Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





