Blitar, LINGKARWILIS.COM – Waktu tunggu keberangkatan haji di Kota Blitar kian panjang. Calon jemaah yang mendaftar pada tahun 2026 diperkirakan baru dapat berangkat ke Tanah Suci pada 2053 atau harus menunggu hingga 27 tahun.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Blitar, Purnomo, menyampaikan panjangnya antrean dipengaruhi keterbatasan kuota haji nasional yang bergantung pada kebijakan pemerintah Arab Saudi. Di sisi lain, jumlah pendaftar terus meningkat setiap tahun.
“Waktu tunggu memang cukup lama, mencapai 27 tahun. Jika mendaftar sekarang, estimasi keberangkatan pada 2053,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Baca juga : Hardiknas di Kediri Jadi Ajang Doa Lintas Komunitas, Ndalem Pojok Gaungkan Perdamaian Dunia
Berdasarkan data, jumlah antrean calon jemaah haji di Kota Blitar saat ini telah mencapai sekitar 5.600 orang. Mereka tersebar di tiga kecamatan, yakni Kepanjenkidul, Sukorejo, dan Sananwetan.
Mayoritas pendaftar diketahui berusia di atas 30 tahun. Dengan lamanya masa tunggu, banyak calon jemaah diperkirakan akan berangkat pada usia di atas 50 tahun.
“Fenomena ini tidak hanya terjadi di Kota Blitar, tetapi juga di berbagai daerah lain. Harapannya, para calon jemaah tetap diberikan kesehatan hingga waktu keberangkatan tiba,” tambahnya.
Terkait biaya, pemerintah menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk embarkasi Jawa Timur sekitar Rp93 juta. Pada tahap awal, calon jemaah diwajibkan menyetor Rp25 juta sebagai biaya pendaftaran.
Baca juga : APBN Kediri Raya Tumbuh Positif hingga Maret 2026, Sinergi Kemenkeu Dorong Ekonomi Daerah
Sisa biaya akan dilunasi menjelang keberangkatan, setelah dikurangi nilai manfaat dari pengelolaan dana haji. Secara rata-rata, total biaya yang harus ditanggung calon jemaah berada di kisaran Rp54 juta lebih.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin






