NGANJUK, LINGKARWILIS.COM – Peristiwa ledakan mercon yang melibatkan empat remaja terjadi di Dusun Jabon, Desa Drenges, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, pada Senin (9/3/2026) malam.
Insiden tersebut bermula sekitar pukul 21.00 WIB ketika empat remaja berinisial AB, MA, FF, dan SP berkumpul di rumah salah satu dari mereka. Sebelumnya, para remaja itu diketahui telah menyiapkan gulungan kertas yang dibuat secara mandiri di rumah FF dan SP untuk dijadikan selongsong mercon.
Setelah merasa seluruh persiapan cukup, mereka kemudian membawa bubuk mercon dan gulungan kertas tersebut ke area belakang kandang sapi milik Fatoni, yang merupakan ayah dari FF.
Situasi berubah mencekam ketika proses perakitan mercon sedang berlangsung. Ledakan terjadi saat salah satu remaja mencoba memasukkan bahan peledak ke dalam selongsong kertas.
Baca juga : Sapa Pagi Polsek Mojoroto, Arus Lalu Lintas di Empat Simpang Utama Kota Kediri Terpantau Aman dan Lancar
Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Fajar Kurniadi, menjelaskan bahwa ledakan dipicu saat salah satu remaja berinisial SP memukul bagian bawah selongsong mercon saat proses pengisian.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ledakan terjadi ketika SP mengisi mercon dengan cara memukul bagian bawah selongsong, sehingga memicu ledakan hebat di lokasi,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).
Akibat ledakan tersebut, dua remaja yang berada paling dekat dengan titik ledak mengalami luka bakar serius. AB dilaporkan mengalami luka bakar hingga 42 persen dan saat ini menjalani perawatan di RSD Kertosono.
Sementara itu, SP juga mengalami luka bakar sekitar 40 persen dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama.
Baca juga : Persib Bandung Menang Telak 3-0 dari Persik Kediri, Dua Gol Lewat Tendangan Penalti
Sedangkan FF mengalami luka ringan dan hanya menjalani rawat jalan. Sementara dua remaja lainnya, yakni MA dan FF, bersama pihak keluarga dibawa ke Polres Nganjuk untuk dimintai keterangan.
Dalam proses penyelidikan, polisi turut mengamankan barang bukti berupa sisa bubuk mercon serta gulungan kertas yang diduga digunakan sebagai selongsong.***
Reporter : Inna Dewi Fatimah
Editor : Hadiyin





