Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dalam suasana khidmat bulan suci Ramadan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri menggelar program pembinaan keagamaan intensif bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Program ini bertujuan untuk membentuk pribadi yang lebih baik serta membangun kesadaran spiritual bagi para WBP yang tengah menjalani masa hukuman.
Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid At-Taubah, yang terletak di dalam lingkungan Lapas. Sebanyak 15 guru ngaji dari Kamar Santri Pondok At-Taubah secara aktif memberikan bimbingan dalam membaca Al-Qur’an, memahami makna ayat-ayat suci, serta pendalaman nilai-nilai keislaman. Selain itu, program ini juga mencakup ceramah keagamaan dan kajian keislaman yang dikemas dalam suasana interaktif dan penuh kedamaaan.
Kalapas Kediri, Solichin, menyatakan bahwa Ramadan adalah momen yang tepat bagi warga binaan untuk merenung dan memperbaiki diri. Ia menegaskan bahwa pembinaan keagamaan ini merupakan salah satu upaya utama dalam membentuk karakter dan kesadaran moral bagi para warga binaan agar lebih siap kembali ke masyarakat setelah menyelesaikan masa hukuman.
Baca juga : Tim Gabungan Blitar Pastikan Takaran Minyak Kita, Ini Hasilnya
“Kami ingin Ramadan menjadi momentum bagi WBP untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Dengan adanya bimbingan ini, diharapkan mereka dapat memahami nilai-nilai kebaikan dan menjadikannya sebagai bekal dalam kehidupan mereka setelah bebas nanti,” ungkap Solichin, Kamis (13/3).
Selain pembelajaran Al-Qur’an dan pemahaman keislaman, kegiatan juga diisi dengan ceramah keagamaan, shalat Tarawih berjamaah, serta tadarus yang dilakukan secara bergiliran oleh para WBP.
Beberapa narasumber dari kalangan ulama dan tokoh agama turut memberikan tausiyah guna memperdalam pemahaman keagamaan serta mendorinkan perubahan perilaku yang lebih positif.
Program ini mendapat sambutan hangat dari para warga binaan. Salah satu peserta mengaku sangat bersyukur bisa ikut serta dalam kegiatan tersebut.
Baca juga : Imam Mushola Ismatul Huda, Kelurahan Bangsal, Kota Kediri Wafat Saat Salat Tarawih, Ini Infonya
“Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan ini, kami bisa lebih memahami ajaran Islam dan merenungkan kesalahan kami di masa lalu. Kami berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujar salah satu WBP.
Lapas Kelas IIA Kediri juga menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan pembinaan di bulan Ramadan. Berbagai kegiatan keagamaan terus dikembangkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih religius dan kondusif bagi seluruh penghuni.
Selain kegiatan keagamaan, Lapas Kediri juga menyediakan bimbingan keterampilan dan pelatihan kewirausahaan guna membekali para WBP dengan keterampilan yang bermanfaat untuk kehidupan setelah bebas. Langkah ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi mereka agar lebih mudah beradaptasi dan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk reintegrasi dengan masyarakat.
Dengan berbagai program yang telah dirancang, diharapkan para WBP dapat memperoleh manfaat yang nyata, baik secara mental, spiritual, maupun keterampilan hidup yang lebih baik di masa depan.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





