Lha Dhala, Retribusi dan Pengelolaan Pasar Semen Tidak Jelas, Kepala Pasar Kosong

Pengelolaan Pasar Semen tanpa Kepala Pasar dipastikan menyalahi PerbupPasar Semen Kecamatan Semen Kabupaten Kediri
Kediri, LINGKARWILIS.COM – Persoalan mengenai Pasar Semen Kecamatan Semen Kabupaten Kediri ternyata bukan hanya sekedar urusan parkir dan penataan pedagang, namun yang lebih serius adalah urusan pengelolaan atau manajemen.
Sesuai informasi yang jurnalis Lingkarwilis.com dapatkan dari sejumlah sumber terpercaya di lingkungan pasar, ternyata Pasar Semen sekarang tidak punya pimpinan. Posisi kepala pasar kosong.
Tidak jelas saat ini siapa yang mengendalikan Pasar Semen khususnya urusan retribusi. Dengan potensi pendapatan jutaan rupiah per hari, kini pengelolaan Pasar Semen menjadi tanda tanya banyak pihak.
Rizky, salah satu petugas pemungut retribusi di Pasar Semen saat ditemui jurnalis lingkarwilis.com berusaha menghindar saat ditanya seputar urusan retribusi mulai dari sumber retribusi dari mana saja, berapa jumlahnya, setornya kemana dan penggunaan untuk apa.
Dia juga menolak untuk menyampaikan berapa rata-rata pemasukan dari retribusi Pasar Semen.
“Nopo teng deso mawon, urusane kan menyangkut pekerjaan, lek pekerjaan teng deso mawon” ujarnya dengan gugup, Selasa, (26/12/2023).
Rizky hanya menyampaikan bahwa hasil retribusi yang dia pungut dari pedagang disetorkan dengan cara ditansfer ke rekening bank.
“ya ditransfer ke bank mas, Bank Jatim, rekeningnya desa,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Semen Kecamatan Semen Mat Hasyim saat ditanya siapa yang saat ini menjabat sebagai kepala Pasar Semen, Mat Hasyim tidak mau ngomong.
“datang saja ke kantor desa mas,” ujarnya singkat tanpa mau menjelaskan. Kamis (28/12/2023).
Sementara itu, KW salah satu pedagang di dalam Pasar Semen saat ditanya siapa Kepala Pasar Semen spontan menjawab  tidak tahu.
“enek gak e opo diganti gak ruh aku mas, koyok e gak enek, seng penting aku mbayar karcis, iso bakulan, daganganku payu,” ucapnya dengan bahasa jawa sambil tertawa.***
Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin

Leave a Reply