Batu, LINGKARWILIS.COM – Wajah Alun-alun Kota Batu segera tampil lebih rapi dan teratur. Pemkot Batu melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menyiapkan pemasangan tiga gerbang parkir (gate) sebagai bagian dari penataan kawasan wisata tersebut. Sosialisasi terakhir digelar pada Jumat (15/8/2025) di Kantor Kecamatan Batu, melibatkan tujuh paguyuban pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di area alun-alun.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, memimpin langsung pertemuan itu. Ia menegaskan, keberadaan gate parkir bukan hanya sekadar alat pengendali kendaraan, melainkan bagian dari rencana besar mempercantik dan menertibkan Alun-alun agar nyaman bagi wisatawan, pedagang, dan juru parkir.
“Kami sudah sosialisasi ke semua pihak terkait, termasuk juru parkir dan masyarakat. Semuanya clear. Ini demi kebaikan bersama,” ujarnya.
Baca juga : Permintaan Persewaan Busana Karnaval di Kediri Melonjak Jelang 17 Agustus
Kekhawatiran PKL terkait parkir berulang juga mendapat perhatian. Heli memastikan, pedagang hanya dikenakan tarif Rp2 ribu sekali bayar per hari, meski keluar-masuk berkali-kali. Namun, untuk wisatawan, tarif Rp2 ribu akan kembali berlaku jika masuk lagi di hari yang sama.
Menurut Heli, sistem ini diharapkan mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menjaga ketertiban kawasan. “Kalau PAD naik, pembangunan Kota Batu bisa semakin cepat,” katanya.
Kepala Dishub Kota Batu, Hendry Suseno, menyebut pemasangan gate akan dimulai awal September, dilanjutkan uji coba hingga akhir Oktober, dan ditargetkan resmi beroperasi pada November. Tiga lokasi yang dipilih meliputi Jalan Munif, Jalan Sudiro Selatan, dan Jalan Sudiro Utara.
Sistem parkir akan menggunakan tarif flat tanpa hitungan per jam, dan pembayaran dilakukan sepenuhnya secara digital menggunakan QRIS atau kartu tol elektronik. “Tidak ada transaksi tunai. Kartu tol bisa dibeli di minimarket atau outlet tertentu,” tegas Hendry.
Baca juga : 75 Anggota Paskibraka Kabupaten Kediri 2025 Resmi Dikukuhkan
Selain penataan sistem, lahan parkir odong-odong dan dokar akan direlokasi untuk menambah kapasitas parkir motor yang semula hanya mampu menampung 1.000 unit.
Hendry optimistis penataan ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan. “Kalau kawasan tertata, wisatawan betah dan perputaran uang meningkat,” ujarnya.
Meski sempat menuai penolakan di awal, hasil sosialisasi menunjukkan mayoritas pihak mendukung. Dari 15 koordinator juru parkir yang diundang, 13 hadir dan sebagian besar setuju. Sosialisasi juga dilakukan kepada sopir odong-odong, PKL, dan masyarakat umum.
Jika berjalan sesuai rencana, November mendatang Alun-alun Kota Batu akan memasuki babak baru sebagai kawasan wisata yang tertib, rapi, dan serba digital.***
Reporter : Arief Prabowo
Editor : Hadiyin





