Kediri, LINGKARWILIS.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 4 Universitas Nusantara PGRI Kediri menghadirkan terobosan pengelolaan limbah rumah tangga dengan mengubah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Pelatihan tersebut digelar di Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program KKN yang berlangsung sejak 21 Januari hingga 14 Februari 2026. Selain pelatihan pemanfaatan limbah, mahasiswa juga menjalankan program rebranding UMKM, pendampingan kegiatan posyandu, serta terlibat aktif dalam berbagai aktivitas sosial dan keagamaan bersama warga setempat.
Mahasiswa KKN Kelompok 4, Anita Maharani dari Program Studi Pendidikan Matematika, menjelaskan bahwa pelatihan ini menyasar ibu-ibu PKK, karang taruna, serta pelaku UMKM tahu yang selama ini menghasilkan limbah minyak goreng dalam jumlah cukup besar.
“Kami melihat potensi besar di Kelurahan Tinalan, terutama dari UMKM tahu yang menghasilkan banyak minyak jelantah. Oleh karena itu, kami berinisiatif mengolahnya menjadi lilin aromaterapi agar memiliki nilai manfaat sekaligus nilai ekonomi,” ujar Anita saat ditemui di posko KKN, Senin (9/2/2026).
Baca juga : Pemkab Kediri Beri Perpanjangan Waktu Kedua, Penyelesaian Pasar Ngadiluwih Ditarget 21 Maret
Ia menjelaskan, pelatihan diawali dengan sosialisasi mengenai dampak negatif minyak jelantah terhadap lingkungan. Selanjutnya, peserta diperlihatkan secara langsung proses pembuatan lilin, mulai dari teknik pemurnian minyak, penghilangan bau sisa makanan, pencampuran bahan, hingga metode pengerasan lilin agar menghasilkan aroma yang lebih menarik.
Menurut Anita, program ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.
“Kami berharap ibu-ibu PKK, karang taruna, dan pelaku UMKM dapat mengembangkan produk ini menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga Tinalan,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Tinalan, Bambang Supriyanta, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan mahasiswa KKN. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan edukasi lingkungan, tetapi juga berpotensi menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi program mahasiswa KKN UNP PGRI Kediri ini. Pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi merupakan langkah kreatif yang dapat mengurangi limbah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga, terutama pelaku UMKM di Tinalan,” ungkap Bambang.
Ia berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan oleh masyarakat meskipun masa KKN mahasiswa telah berakhir, sehingga bisa menjadi produk unggulan berbasis potensi lokal.
Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengikuti setiap tahapan praktik serta berdiskusi mengenai strategi pemasaran produk lilin aromaterapi ke depan.
Melalui program KKN tematik ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi penggerak inovasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal di Kelurahan Tinalan.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





