LINGKARWILIS.COM – Ditengah peringatan HUT RI ke-80 tahun, pernahkah terbesit dibenak kalian siapa sosok di balik nama yang digunakan di beberapa jalan di Kota Batu?
Ternyata, dibalik sederet nama jalan di kota wisata ini, tersimpan kisah heroik para pejuang yang mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.
Sejak masa agresi militer Belanda, wilayah Batu menjadi salah satu basis penting pasukan gerilya yakni pasukan “Berani Mati” di bawah komando Mayor Abdul Manan aktif bergerak di kawasan ini sejak 1947.
Ratusan pemuda bergabung dan menantang maut di medan perang. Banyak di antara mereka yang gugur dan untuk mengenang jasa mereka, nama-nama para pahlawan tersebut diabadikan sebagai nama jalan di Batu.
Kejari Batu Periksa 11 Kepala Sekolah Terkait Dugaan Korupsi Chromebook di Kemendikbudristek
Para Pejuang yang Diabadikan
Beberapa nama jalan yang akrab dilalui masyarakat maupun wisatawan ternyata menyimpan cerita pengorbanan besar:
1. Abdul Gani – Pejuang tangguh yang memimpin perlawanan hingga gugur bersama 13 rekannya saat menyerbu Belanda di Gunungsari. Namanya kini terpasang di kawasan Ngaglik.
2. Ikhwan Hadi – Anggota Laskar Hizbullah yang turut bertempur dalam pertempuran Surabaya. Namanya diabadikan di Ngaglik, Batu.
3. Abdul Manan Wijaya – Brigadir Jenderal asal Pujon, sosok santri yang dikenal sebagai ahli strategi dan negosiator ulung. Namanya kini menjadi nama jalan di Pujon.
4. AP III Katjoeng Permadi – Pejuang yang rela berkorban mempertahankan Pujon. Jalan di wilayah Junrejo kini mengabadikan namanya.
5. Munif – Seorang guru madrasah yang bergabung dalam Laskar Hizbullah. Kini, Jalan Munif menjadi salah satu lokasi strategis di pusat Kota Batu.
6. Kapten Ibnu (Susanto Benu) – Gugur dalam aksi gerilya tahun 1949. Namanya kini tertera di sebuah jalan di Desa Sisir.
7. Sudarno – Sahabat Kapten Ibnu yang juga gugur dalam pertempuran. Namanya diabadikan sebagai Jalan Sudarno di Ngaglik.
8. Kasan Kaiso – Pejuang pemberani yang tewas ditembak Belanda di sebuah gua Dusun Klerek.
9. Mohammad Sahar – Gugur saat berusaha merebut senjata Belanda. Namanya kini menjadi pembatas wilayah Sisir dan Ngaglik.
10. Bedjo – Pejuang yang gugur dengan cara mengenaskan di hutan bambu Desa Sisir.
Selain mereka, ada pula pejuang seperti Diran, Samadi, Sajid, dan Sudiro yang gugur dalam serangan besar-besaran Belanda di Punten.
Nama-nama tersebut bukan sekadar penanda jalan. Ia adalah pengingat bahwa setiap sudut Kota Batu menyimpan kisah perjuangan.
Menghormati jasa mereka tidak cukup hanya dengan mengenang nama, melainkan juga memahami pengorbanan besar yang mereka berikan.
Setiap kali melintas di jalan-jalan Kota Batu, masyarakat diajak untuk selalu ingat bahwa di balik nama-nama itu ada darah dan nyawa yang dipertaruhkan demi kemerdekaan bangsa.
Reporter : Arief Juli Prabowo
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya