Menteri Kesehatan Tinjau Skrining TB di Tebuireng, 2.481 Santri Jalani Pemeriksaan Portable X-Ray

Menteri Kesehatan Tinjau Skrining TB di Tebuireng, 2.481 Santri Jalani Pemeriksaan Portable X-Ray
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin (berbaju batik kuning) ketika meninjau alat Portable X-Ray canggih milik Kemenkes RI sedang melakukan skrining Tuberkulosis dan Cek Kesehatan Gratis di lokasi SMA A. Wahid Hasyim, di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Kamis (20/8/2026)

JOMBANG, LINGKARWILIS.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menggelar skrining tuberkulosis (TB) sekaligus pemeriksaan kesehatan gratis di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penemuan kasus TB serta meningkatkan deteksi dini berbagai gangguan kesehatan, khususnya di lingkungan pesantren.

Skrining dilaksanakan selama tiga hari dengan sasaran sebanyak 2.481 santri dan 197 guru. Pemeriksaan menggunakan perangkat Portable X-Ray milik Kemenkes RI yang memungkinkan proses skrining dilakukan secara langsung di lingkungan pesantren.

Pelaksanaan kegiatan tersebut ditinjau langsung Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di lokasi SMA A Wahid Hasyim, Pondok Pesantren Tebuireng.

Budi mengatakan, TB sebenarnya dapat diobati. Namun, keterlambatan dalam menemukan kasus menjadi salah satu faktor yang menyebabkan angka kematian akibat penyakit tersebut masih tinggi.

Baca juga :Β Rumah Singgah Gratis dari Gereja untuk Muktamar NU, Wujud Toleransi di Jombang

“Penyakit ini obatnya ada, kematiannya banyak, karena skriningnya terlambat. Sebab harus pakai X-Ray dan PCR. Nah sekarang dengan teknologi baru, X-Ray ini bisa kita bawa ke mana-mana,” ujar Budi kepada wartawan seusai meninjau kegiatan.

Menurutnya, penggunaan Portable X-Ray memudahkan proses pemeriksaan karena tidak mengharuskan masyarakat datang ke rumah sakit. Pemeriksaan dapat dilakukan langsung di lokasi, sehingga kasus yang berpotensi terindikasi TB bisa lebih cepat ditemukan untuk kemudian mendapatkan penanganan.

Menkes menyebut angka kematian akibat TB di Indonesia masih mencapai sekitar 120 ribu hingga 140 ribu kasus per tahun. Karena itu, pemerintah mendorong pelaksanaan skrining secara luas di berbagai kelompok masyarakat, termasuk lingkungan pondok pesantren.

Program tersebut juga menjadi bagian dari agenda Hasil Terbaik Cepat yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya menekan penyebaran TB di Indonesia.

Baca juga :Β Bupati Kediri Mas Dhito Resmikan 3 Tempat Ibadah di SMP Negeri 3 Grogol, Ini Infonya

“Bapak Presiden Prabowo ingin TBC itu agar bisa tereliminasi dari Indonesia. Tadi sudah dicek, ditemukan 26 orang terindikasi TB. Kalau ketemu begini bisa diobati dan tidak menular,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Nyai Hj. Lelly Lailliya, menyambut positif pelaksanaan skrining kesehatan gratis tersebut. Menurutnya, kegiatan itu memberikan manfaat bagi para santri karena potensi kasus TB dapat diketahui lebih awal.

Dari hasil pemeriksaan awal, sebanyak 26 orang diketahui terindikasi TB dan selanjutnya akan mendapatkan penanganan medis.

“Kebetulan tadi ditemukan 26 siswa yang ada indikasi TBC. Nah untuk santri Tebuireng tidak perlu khawatir tertular. Karena nanti diberikan obat oleh Kemenkes RI secara gratis selama 1-3 bulan,” pungkasnya.***

Reporter: Taufiqur Rachman

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *