Speech and Drama Contest Festival 2026 Mahad Al Izzah Asah Mental dan Kepercayaan Diri Santri

Speech and Drama Contest Festival 2026 Mahad Al Izzah Asah Mental dan Kepercayaan Diri Santri
Speech and Drama Contest Festival 2026 Mahad Al Izzah Asah Mental dan Kepercayaan Diri Santri (Arief)

BATU, LINGKARWILIS.COM – Seni teater menjadi salah satu cara kreatif Mahad Al Izzah Batu dalam mengasah mental, keberanian, kepercayaan diri, sekaligus kemampuan komunikasi para santri baru. Melalui Speech and Drama Contest Festival 2026, para santri ditantang berani tampil di depan publik sekaligus menunjukkan kemampuan bekerja sama dalam sebuah tim.

Kegiatan yang digelar di Al Izzah Convention Center, Jumat (7/8/2026) malam, tersebut merupakan bagian dari Program Jati Diri (Projadi), yakni program orientasi sekaligus penguatan karakter bagi santri baru SMA Al Izzah Batu.

Sejak awal kegiatan, suasana berlangsung penuh antusias. Para santri tampil dalam kelompok masing-masing dengan membawakan beragam cerita, mulai kisah inspiratif, kehidupan sehari-hari, hingga cerita yang mengangkat nilai moral dan keislaman.

Tidak hanya dituntut mampu berakting, para santri juga harus menghayati karakter, menguasai panggung, membangun komunikasi dengan anggota kelompok, serta menyampaikan pesan cerita kepada penonton.

Baca juga : Dukung Peningkatan Produksi, Mas Dhito Salurkan 216 Bantuan Alsintan untuk Petani Kediri

Hal yang menjadi pembeda dalam Speech and Drama Contest Festival 2026 adalah penggunaan bahasa asing dalam pementasan. Para santri diwajibkan menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Mereka juga diperbolehkan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi yang digunakan di lingkungan pesantren.

Dengan konsep tersebut, panggung Speech and Drama Contest tidak hanya menjadi tempat mengembangkan bakat seni peran, tetapi juga menjadi ruang praktik bagi santri untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing dan berkomunikasi secara langsung.

Direktur Humas Mahad Al Izzah, Aziz Effendy, S.Si., M.Pd., mengatakan Projadi merupakan program orientasi dan penguatan karakter awal yang dikhususkan bagi santri baru SMA Al Izzah Batu.

“Perlu diketahui, PROJADI merupakan program orientasi dan penguatan karakter awal yang dikhususkan bagi para santri baru SMA Al Izzah Batu. Motto kami Born To Be A Leader, yang artinya dilahirkan untuk menjadi pemimpin. Kali ini temanya Spade (Speech and Drama),” jelas Aziz, Jumat (7/8/2026).

Baca juga : Jaga Stabilitas Harga, Pemkab Kediri Gelar Gerakan Pangan Murah di Pare

Menurutnya, Projadi bertujuan menanamkan nilai ketakwaan, kemandirian, kecerdasan, serta jiwa kepemimpinan kepada para santri sejak mulai beradaptasi dengan kehidupan pesantren.

Program tersebut juga menjadi sarana untuk membangun kedisiplinan, meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi, sekaligus membantu santri beradaptasi dengan lingkungan pendidikan yang baru.

“Selain itu, program ini melatih kedisiplinan pesantren, peningkatan literasi-numerasi seperti Morning Math Activity, serta adaptasi lingkungan agar santri siap bersaing secara global,” terangnya.

Speech and Drama Contest Festival menjadi salah satu implementasi nyata dari proses pembentukan jati diri tersebut. Melalui seni peran, santri diberikan pengalaman untuk menghadapi tantangan secara langsung sekaligus belajar bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

“Speech and Drama Contest Festival atau Ajang Implementasi Jati Diri menjadi bagian dari rangkaian pembentukan mental dan karakter. Acara ini menjadi wadah bagi para santri untuk membuktikan proses adaptasi dan rasa percaya diri mereka,” urainya.

Konsep drama yang ditampilkan umumnya berupa drama kolosal. Setiap kelompok harus menyusun konsep, mempersiapkan naskah, membagi karakter, melakukan latihan, hingga akhirnya tampil di atas panggung.

Proses tersebut secara tidak langsung mengajarkan berbagai keterampilan penting, mulai dari public speaking, kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, hingga kemampuan menyelesaikan persoalan ketika menghadapi kendala selama persiapan.

“Melalui seni peran, santri baru dipaksa keluar dari zona nyaman untuk belajar public speaking, bekerja sama dalam tim, memecahkan masalah (problem solving), serta memupuk tanggung jawab,” tambahnya.

Di atas panggung, masing-masing kelompok berusaha memberikan penampilan terbaik. Pesan mengenai kejujuran, kerja sama, tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama, hingga nilai-nilai kehidupan dikemas melalui cerita yang menarik.

Bagi para santri, pengalaman tersebut bukan sekadar tentang memenangkan kompetisi. Lebih dari itu, mereka mendapatkan kesempatan untuk belajar berani tampil, mengatasi rasa gugup, menghargai peran orang lain, serta menyelesaikan tanggung jawab bersama.

Di akhir kegiatan, panitia mengumumkan para pemenang Drama Contest. Meski demikian, seluruh peserta tetap mendapatkan apresiasi atas kerja keras, dedikasi, kekompakan, dan keberanian mereka selama mengikuti kegiatan.

Mahad Al Izzah berharap kegiatan semacam ini dapat terus menjadi bagian dari pembinaan karakter santri. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki mental kuat, kreatif, komunikatif, mandiri, dan mampu bekerja sama.

Melalui Drama Contest, semangat Born To Be A Leader pun mulai ditanamkan sejak langkah awal santri menjalani kehidupan pendidikan di Mahad Al Izzah Batu.***

Reporter: Arief Juli Prabowo

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *