Identitas Mrs X yang Ditemukan di Bendungan Waru Turi Terungkap, Ternyata Warga Semen

Identitas Mrs X yang Ditemukan di Bendungan Waru Turi Terungkap, Ternyata Warga Semen
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyerahkan santunan jaminan kecelakaan kerja kepada keluarga korban.(Ist)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Misteri identitas perempuan yang sebelumnya disebut Mrs X dan ditemukan mengapung di Bendungan Gerak Waru Turi, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, akhirnya terungkap.

Petugas Polsek Gampengrejo berhasil mengidentifikasi jasad perempuan yang ditemukan pada Selasa (22/9/2026) pagi tersebut. Korban diketahui bernama Khusnul Khotimah (30), warga Dusun Klodran, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen.

Kapolsek Gampengrejo AKP Rudi Hartono mengatakan, identitas korban diketahui setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari keluarga.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari keluarga, Khusnul diketahui meninggalkan rumah pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban pergi dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat.

“Namun ia tidak menjelaskan ke arah mana. Khusnul diketahui belum menikah. Setelah keluar rumah keluarga berusaha mencari namun tidak menemukan hasil dan empat hari kemudian ia ditemukan tak bernyawa di Bendung Gerak Waru Turi Gampengrejo,” jelas AKP Rudi.

Baca juga : HUT ke-81 TNI, Kodim Kediri Gelar Bazar dan Pameran Produk UMKM

Dari keterangan kepolisian, keluarga sempat melakukan pencarian setelah Khusnul tidak kunjung kembali ke rumah. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Bendungan Gerak Waru Turi.

AKP Rudi menambahkan, Khusnul diketahui belum menikah. Ia juga menyebut, sekitar enam tahun lalu korban pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum racun tikus, tetapi saat itu nyawanya masih dapat diselamatkan.

Hingga kini, sepeda motor Honda Beat yang digunakan korban saat meninggalkan rumah belum ditemukan. Polisi masih melakukan pencarian terhadap kendaraan tersebut. Sementara telepon seluler milik korban diketahui masih berada di rumah.

Untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban, keluarga telah menyetujui pelaksanaan autopsi. Saat ini, tim dokter dari RS Bhayangkara Kediri tengah dipersiapkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenazah.

Baca juga : Perempuan Muda Laporkan Dugaan Pengeroyokan di Kafe Lamongan, Mengaku Masih Trauma

“Orang tua menyetujui dilakukan otopsi dan masih disiapkan tim dokter RS Bhayangkara Kediri. Otopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematiannya,” pungkas AKP Rudi.***

Reporter : Suprapto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *