KEDIRI, LINGKARWILIS.COM β Meski Kabupaten Kediri telah dinyatakan bebas dari kasus penyakit mulut dan kuku (PMK), Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) setempat tetap melanjutkan program vaksinasi bagi sapi yang belum mendapat suntikan perlindungan.
Sekretaris DKPP Kabupaten Kediri, Agung, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya maksimal menjaga kesehatan hewan ternak serta mencegah kemungkinan munculnya kembali kasus PMK.
“Vaksinasi terus kami lakukan agar sapi tetap terlindungi dari paparan PMK. Terlebih menjelang Idul Adha, kesehatan ternak menjadi kunci agar para peternak dan pedagang bisa memperoleh keuntungan optimal,” ujarnya, Selasa (15/4/2025).
Baca juga :Β Peringati HUT ke-17, Bawaslu Kabupaten Kediri Tegaskan Komitmen Kawal Demokrasi dengan Integritas
Agung, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, menambahkan bahwa saat ini populasi sapi di wilayahnya telah menembus angka lebih dari 200 ribu ekor. Secara umum, kondisi kesehatan hewan ternak ini dinilai baik dan siap untuk memenuhi permintaan pasar jelang hari raya kurban.
“Selain vaksinasi dasar, kami juga memberikan vaksin booster untuk memperkuat daya tahan tubuh ternak. Prosesnya dilakukan secara door to door maupun di sejumlah pasar hewan yang telah kami siapkan di berbagai wilayah,” jelasnya.
Langkah berkelanjutan ini diharapkan mampu memberikan jaminan kesehatan hewan yang lebih baik, sekaligus menciptakan iklim perdagangan sapi yang kondusif dan menguntungkan bagi masyarakat Kabupaten Kediri.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





