TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM — Pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat umum di Kabupaten Tulungagung hingga kini belum menunjukkan hasil optimal. Rendahnya capaian tersebut diduga kuat dipengaruhi minimnya ketertarikan masyarakat untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang disediakan pemerintah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, dr. Aris Setiawan, mengungkapkan jumlah penduduk Tulungagung saat ini mencapai sekitar 1,14 juta jiwa. Dari angka tersebut, target pelaksanaan CKG pada 2025 ditetapkan menyasar 35 persen populasi.
Namun hingga akhir 2025, realisasi pemeriksaan kesehatan gratis secara umum baru mencapai 24,41 persen. Capaian tersebut dinilai masih cukup jauh dari target yang telah ditetapkan.
“Untuk CKG masyarakat umum, bukan hanya pelajar, capaian kami masih di angka 24,41 persen dari target 35 persen,” ujar dr. Aris, Minggu (18/1/2026).
Baca juga : Ratusan Mobil Klasik Berjajar di Kawasan Goa Selomangleng, Gathering PPMKI Jatim Angkat Wisata Kota Kediri
Menurutnya, salah satu penyebab rendahnya partisipasi masyarakat adalah pemahaman yang belum utuh mengenai konsep CKG. Program ini lebih menitikberatkan pada skrining awal dan pemeriksaan bertahap sesuai kondisi kesehatan pasien, berbeda dengan layanan general check up yang memeriksa seluruh aspek kesehatan sekaligus.
“CKG dilakukan berjenjang, dimulai dari skrining. Banyak masyarakat yang mengira pemeriksaannya sama seperti general check up, sehingga kurang tertarik,” jelasnya.
Selain itu, masih ada pandangan di sebagian masyarakat bahwa pemeriksaan kesehatan tidak diperlukan jika tidak sedang mengalami keluhan. Pola pikir tersebut turut memengaruhi rendahnya keikutsertaan dalam program CKG.
Dalam praktiknya, petugas kesehatan akan melakukan skrining awal untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan. Jika ditemukan indikasi tertentu, pemeriksaan dilanjutkan secara bertahap.
Misalnya, saat terdeteksi tekanan darah tinggi, akan dilakukan pemeriksaan lanjutan hingga diketahui penyebabnya, termasuk pengecekan kolesterol dan rekam jantung.
“CKG fokus mencari akar masalah kesehatan. Ini yang membedakannya dengan general check up, di mana semua diperiksa sekaligus,” tambahnya.
Menghadapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Tulungagung terus mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui media sosial maupun secara langsung oleh puskesmas agar masyarakat memahami pentingnya deteksi dini gangguan kesehatan.
“Kami terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan CKG. Deteksi sejak dini jauh lebih baik dibanding menunggu sampai sakit,” pungkas dr. Aris.***
Reporter : Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin






