PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Minimnya jumlah pendaftar seleksi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo mendapat perhatian kalangan legislatif. Posisi strategis setingkat di atas kepala dinas itu dinilai tak lagi menjadi magnet bagi pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Ponorogo.
Ketua Komisi A DPRD Ponorogo, Eko Priyo Utomo, menilai kondisi tersebut menjadi sinyal adanya persoalan dalam sistem pembinaan dan pengembangan aparatur sipil negara (ASN).
“Kenapa sampai kosong pendaftar, saya kira ada yang kurang tepat dalam pengembangan SDM di Ponorogo pada masa lalu. Dampaknya baru terasa sekarang,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Menurut politisi Partai Golkar itu, jabatan Sekda sejatinya memiliki peran vital. Selain menjadi puncak karier ASN, posisi tersebut memegang kendali strategis dalam mengoordinasikan jalannya pemerintahan daerah.
Baca juga : Satpol PP Kabupaten Kediri Pastikan Eks Lokalisasi dan Wisma Karaoke Tutup Selama Lebaran
Ia menduga, kurang optimalnya pembinaan karier membuat sejumlah pejabat yang sebenarnya memenuhi syarat justru ragu untuk mendaftar.
“Sejak awal ada persoalan dalam pengembangan SDM. Akibatnya, mereka yang punya kapasitas merasa gamang, sungkan, atau tidak percaya diri untuk ikut seleksi,” tegasnya.
Eko menambahkan, tantangan Sekda ke depan tidak ringan. Salah satu tugas utama adalah memulihkan kepercayaan publik pasca operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi pada 7 November lalu, yang menyeret Bupati nonaktif Sugiri Sancoko dan Sekda Agus Pramono.
“Yang paling penting adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat. Selain itu, Sekda juga harus mampu bersinergi dengan Plt. Bupati,” katanya.
Ketua DPD Golkar Ponorogo tersebut secara pribadi berharap kandidat Sekda berasal dari internal daerah atau putra daerah Bumi Reyog, dengan tetap mengedepankan kompetensi dan rekam jejak. Namun, ia menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan panitia seleksi Provinsi Jawa Timur.
Baca juga : Satlantas Polres Kediri Kota Gelar Himbauan Tertib Lalu Lintas kepada Masyarakat Tidak Terorganisir
Ia pun mendorong Plt. Bupati agar memanfaatkan sisa waktu pendaftaran untuk memotivasi ASN yang memenuhi kualifikasi agar berani maju.
“Jangan sampai kesempatan ini terlewat. ASN yang punya kapasitas harus didorong ikut seleksi,” pungkasnya.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor :Hadiyin





