Blitar, LINGKARWILIS.COM β Puluhan siswa SMKN 3 Blitar terpaksa harus mengubur impian mereka untuk mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun ini. Penyebabnya, mereka gagal menyelesaikan proses finalisasi data akibat kendala teknis, sehingga tidak bisa mendaftar ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi tersebut.
Kepala SMKN 3 Blitar, Maryani, membenarkan adanya sejumlah siswa yang tidak bisa mengikuti SNBP. Menurutnya, permasalahan ini terjadi akibat keterlambatan finalisasi serta kendala sistem yang mengalami gangguan.
“Iya, memang ada beberapa siswa yang terkendala. Setelah kami telusuri, ternyata saat finalisasi, operator belum menyelesaikan input data sepenuhnya, dan ketika hendak melanjutkan, sistem mengalami error,” ujar Maryani saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (7/2/2025).
Baca juga :Β Kapolres Blitar Cek Kesiapan Sarpras Sat Samapta untuk Dukung Keamanan
Dari sekitar 600 siswa yang akan lulus tahun ini, 250 di antaranya awalnya berencana mendaftar SNBP. Namun, setelah dilakukan pendataan lebih lanjut, hanya 66 siswa yang benar-benar ingin melanjutkan ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi. Sementara sisanya memilih untuk bekerja atau tidak melanjutkan kuliah.
Menurut Maryani, dua guru operator yang bertugas menginput data rapor telah menjalankan prosedur sesuai tahapan. Namun, sistem yang sering mengalami gangguan menyebabkan finalisasi tidak bisa diselesaikan hingga batas waktu yang ditentukan, meskipun ada perpanjangan.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi tetap tidak bisa. Akhirnya terjadi masalah seperti ini,” jelasnya.
Baca juga :Β Merintis Usaha di Era Digital, Kisah Pemuda Kediri Bertahan dengan Mainan Pesawat Gabus
Pasca gagal finalisasi di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), pihak sekolah segera mengumpulkan siswa dan wali murid untuk mencari solusi. Salah satu langkah yang diambil adalah berkoordinasi dengan tim pusat yang menangani sistem.
Selain itu, pihak sekolah juga menawarkan program bimbingan belajar bagi siswa agar bisa mempersiapkan diri mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Biaya bimbingan ini sepenuhnya akan ditanggung oleh sekolah dan komite.
“Kami sudah mengumpulkan wali murid dan memberikan solusi dengan bimbingan belajar untuk menghadapi SNBT. Harapannya, siswa tetap bisa lolos seleksi perguruan tinggi melalui jalur tes,” kata Maryani.
Sementara itu, salah satu wali murid mengungkapkan kekecewaannya karena anaknya gagal mengikuti SNBP. Ia menyayangkan informasi terkait kendala finalisasi baru disampaikan belakangan, sehingga siswa kehilangan kesempatan untuk mendaftar.
“Iya, kami kecewa. Baru diberitahu ternyata ada masalah saat finalisasi. Kalau seperti ini, yang dirugikan tetap siswa. Gara-gara sistem tidak selesai, mereka tidak bisa mengikuti SNBP,” ujar wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Ia berharap pihak sekolah dapat mencari solusi konkret, misalnya dengan mendatangi langsung tim pusat operator sistem untuk memastikan data siswa tetap bisa diinput.
“Bimbingan belajar memang solusi, tapi kami berharap ada upaya lebih serius dari sekolah. Jika SNBP sudah tertutup, berarti satu-satunya pilihan siswa adalah melalui jalur tes atau seleksi mandiri, yang lebih sulit dan saingannya lebih banyak,” tambahnya.
Sejumlah siswa yang ingin mengikuti SNBP telah mempersiapkan diri sejak lama, termasuk menjaga nilai rapor dari kelas 10. Sebab, jalur ini hanya mengandalkan nilai akademik dan prestasi, tanpa perlu melalui tes.
Sebagai informasi, pendaftaran SNBP 2025 telah resmi dibuka pada Selasa, 4 Februari 2025. Siswa yang memenuhi syarat sudah bisa melakukan registrasi dan memilih universitas sesuai keinginan mereka. SNBP merupakan salah satu jalur dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun ini.
Selain SNBP, tersedia juga jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan Jalur Mandiri. Berbeda dengan SNBP yang mengutamakan nilai rapor dan prestasi akademik, jalur SNBT mewajibkan peserta mengikuti ujian seleksi.
Keunggulan SNBP, selain tidak perlu tes, juga menawarkan biaya kuliah yang lebih terjangkau dibandingkan jalur seleksi lainnya.***
Reporter: Aziz Wahyudi
Editor: Hadiyin





