LINGKARWILIS.COM – Kematian tragis seorang diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia, Arya Daru Pangayunan, masih menyisakan misteri dan memicu berbagai spekulasi publik.
Arya Daru diplomat muda yang baru berusia 39 tahun, ditemukan tak bernyawa di dalam kamar kosnya dengan kondisi wajah terlilit lakban pada Selasa pagi, 6 Juli 2025.
Jasad Arya ditemukan pertama kali oleh penjaga kos, setelah istri korban meminta untuk mengecek kondisi suaminya.
Karena tidak mendapat respon dari dalam kamar, penjaga kos terpaksa melakukan pembukaan paksa terhadap pintu kamar kos diplomat muda itu dengan ditemani satu orang pria yang sedang merekam momen pembobolan pintu.
Saat jendela berhasil dibuka begitu pula dengan pintunya, Arya Daru ditemukan dalam keadaan lambat terlilit wajahnya.
Kejadian ini sontak mengejutkan lingkungan sekitar, rumah kos yang ditempati Arya Daru bukanlah kos biasa pasalnya tempat ini juga dilengkapi dengan smart lock
Sistem Keamanan Ketat, Akses Masuk Terbatas
Kos yang ditempati Arya menggunakan sistem smart lock dan akses terbatas. Menurut keterangan polisi, pintu kamar kos korban hanya dapat dibuka menggunakan kartu akses khusus yang diketahui hanya dimiliki oleh Arya sendiri.
Bahkan, untuk memasuki area kamar kos, seseorang harus memiliki PIN akses untuk bisa masuk sehingga ruang gerak orang asing sangat terbata
Berdasarkan keterangan penyidik, pintu kamar menggunakan sistem smart dock lock dan kartu akses diketahui hanya milik korban.
Bukan hanya pintu akses yang membuat kos ini terlihat elite tetapi juga lampu teras kamar kos yang digunakan.
Dari CCTV sebelum korban tewas terlihat lampu teras kamar kos yang digunakan lampu sensor gerak, ketika ada seseorang di sekitarnya lampu akan menyala dengan sendirinya.
Pada pukul 23.24 WIB malam sebelumnya, Arya terlihat keluar dari kamar sambil membawa kantong kresek berwarna hitam menuju pintu keluar.
Beberapa saat kemudian, ia kembali masuk tanpa membawa kantong tersebut dan langsung menuju kamar. Sejak saat itu, ia tak lagi terlihat hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia keesokan harinya.
Spekulasi Publik dan Respons Tokoh Publik
Kematian Arya yang dinilai tidak wajar serta terbatasnya akses masuk ke kamar kos memunculkan spekulasi di kalangan warganet.
Banyak yang menduga ini bukan kasus bunuh diri, melainkan pembunuhan berencana yang dilakukan secara cermat.
“Gue yakin ini bukan bunuh diri. Wajah korban dilakban, which honestly doesn’t make sense. Gue yakin ini locked room murder. Pelakunya bukan orang random, mungkin bisa profesional atau minimal orang pinter dan well planned,” tulis seorang netizen dalam unggahan viral di media sosial.
Penyanyi Kunto Aji juga turut menyoroti kasus ini. Dalam akun media sosialnya, ia menulis:
“Coba dicek beliau lagi ngurusin kasus apa. Innalillahi wa inailaihi rojiun. Masih berada di circle teman-teman sekolahku. Kalau sampai berita ini tenggelam begitu saja dan negara gak ambil suara, emang udah gak ada harapan sih kita ini.”
Profil Arya Daru Pangayunan Diplomat Muda Kemlu
Arya Daru Pangayunan, S.I.P merupakan alumnus Hubungan Internasional FISIPOL UGM angkatan 2005 dan dikenal sebagai figur penting dalam perlindungan WNI di luar negeri.
Ia menjabat sebagai Fungsional Diplomat Ahli Muda di Direktorat Perlindungan WNI, Kementerian Luar Negeri, dan aktif menangani isu-isu perlindungan tenaga kerja migran serta korban perdagangan orang.
Sebagai anggota KAGAMA, Arya dikenal berdedikasi dan menjadi penggerak dalam misi kemanusiaan diplomatik, terutama di berbagai kasus yang melibatkan WNI di luar negeri.
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya