PONOROGO, LINGKARWILIS.COM — Tekad kuat dan kesabaran panjang akhirnya mengantarkan Misringah, warga Desa Gandukepuh, Kecamatan Sukorejo, menjadi calon jamaah haji tertua asal Kabupaten Ponorogo. Di usia yang telah menginjak 90 tahun, nenek tujuh anak ini membuktikan bahwa mimpi berhaji bisa diwujudkan meski bermodalkan hasil kerja keras sebagai pemungut dan penjual buah asam jawa.
Ditemui beberapa hari sebelum keberangkatan, Misringah yang kini bertumpu pada tongkat untuk berjalan tetap menunjukkan semangat tinggi menyambut perjalanan spiritualnya ke Tanah Suci. Dengan suara pelan namun penuh haru, ia mengaku sangat bersyukur bisa menunaikan ibadah haji tahun ini.
“Senang sekali akhirnya bisa berangkat haji. Semoga diberi kelancaran dan kesehatan,” ucapnya lirih.
Baca juga : Bank Indonesia Kediri Tanamkan Nilai Kedaulatan Lewat Edukasi Cinta Rupiah di Kelurahan Ngronggo
Misringah mendaftar sebagai calon jamaah haji (CJH) pada tahun 2019. Dana awal yang digunakannya berasal dari hasil penjualan perhiasan emas, yang sebelumnya ia beli dari tabungan hasil berjualan asam jawa. Sisanya, ditutupi oleh ketujuh anaknya sebagai bentuk bakti dan dukungan bagi sang ibu.
Putri bungsunya, Mujiati (49), akan mendampingi sang ibu selama pelaksanaan ibadah haji. Ia menuturkan, sang ibu memang sudah lama menyimpan keinginan berhaji.
Bahkan di usia lanjut pun, Misringah masih sempat aktif berkebun dan mengumpulkan buah asam, hingga akhirnya dilarang beraktivitas berat sejak enam bulan terakhir demi menjaga kesehatan menjelang keberangkatan.
Baca juga : Wabup Dewi Dukung Festival Pelepasan Pelajar Kediri Berbudaya, Dorong Kepedulian Sosial dan Lingkungan
“Sejak tahu akan berangkat, saya larang beliau bekerja berat. Tapi sebelumnya beliau masih aktif di kebun, cabut rumput, pungut asam. Semua demi mewujudkan niat beribadah ke Tanah Suci,” ujar Mujiati.
Nenek Misringah dijadwalkan berangkat pada 16 Mei mendatang. Meski harus menempuh perjalanan panjang dengan pesawat, tak sedikit pun rasa takut tampak dari wajahnya. Senyum mengembang menandakan betapa besar harapan dan kebahagiaan yang kini tengah ia rasakan.***
Reporter : Sony Prasetyo
Editor : Hadiyin





