Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri mulai melakukan normalisasi Sungai Jurang Gunting di Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, guna mencegah banjir susulan yang dapat merugikan warga.
Sebelumnya, banjir besar yang melanda Sepawon, Plosoklaten menyebabkan luapan air yang mengakibatkan jebolnya tanggul sungai. Dampaknya, ribuan ikan hias milik warga hanyut, mengakibatkan kerugian hingga Rp250 juta.
Kepala Bidang (Kabid) Operasional dan Sumber Daya Air DPUPR Kabupaten Kediri, Andri Eko Prasetyo, menyatakan bahwa normalisasi diperlukan karena sungai mengalami pendangkalan dan penyempitan, yang berpotensi menyebabkan luapan air lebih parah.
Baca juga : Solichin Resmi Jabat Kepala Lapas Kelas IIA Kediri, Gantikan Urip Dharma Yoga
“Sudah waktunya normalisasi dilakukan agar aliran air lebih lancar dan tidak kembali menggerus tanggul yang sudah diperbaiki. Ini penting untuk melindungi warga, terutama pembudidaya ikan hias,” jelas Andri.
Proses normalisasi akan melibatkan dua alat berat, yaitu PC 130 dan PC 200, yang diturunkan untuk mempercepat pengerjaan. Sepanjang 1.700 meter sungai akan dinormalisasi, dan ditargetkan selesai pada akhir bulan ini.
“Kami berharap dengan percepatan ini, normalisasi bisa selesai tepat waktu. Dengan demikian, aliran air bisa kembali normal dan tidak lagi menggenangi area budidaya ikan milik warga,” tambahnya.
Baca juga : SMKN 3 Kota Kediri Siapkan Lulusan Kompetitif di Dunia Industri dan Wirausaha
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir, terutama mengingat curah hujan di wilayah Kediri masih cukup tinggi.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





