Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Ratusan personel gabungan disiagakan dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di wilayah hukum Polres Ponorogo. Operasi serentak jajaran Polda Jawa Timur ini berlangsung selama dua pekan, mulai 2 hingga 16 Februari 2026, dengan fokus utama pada langkah preemtif guna meningkatkan disiplin berlalu lintas.
Wakapolres Ponorogo, Kompol Try Widyanto Fauzal, saat memimpin apel gelar pasukan di Mapolres Ponorogo menyatakan bahwa sebanyak 150 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini. Mereka berasal dari Polres Ponorogo, TNI, BPBD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya.
“Kami menerjunkan 125 personel, terdiri dari anggota Polri bersama Dishub, Satpol PP, TNI, dan instansi terkait lainnya,” ujar Kompol Try Widyanto, Senin (2/2/2026).
Ia menegaskan bahwa penegakan hukum dalam operasi ini tidak hanya mengandalkan tilang manual di lapangan, tetapi juga memaksimalkan penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik statis maupun mobile. Penindakan akan difokuskan pada pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal.
Baca juga : Polres Kediri Gelar Apel Operasi Keselamatan Semeru 2026, Tetapkan 10 Sasaran Prioritas
“Kami memprioritaskan penggunaan ETLE, di samping tetap melakukan penindakan langsung di lapangan jika diperlukan,” tambahnya.
Adapun sejumlah pelanggaran yang menjadi sasaran utama Operasi Keselamatan Semeru 2026 antara lain: pengendara di bawah umur atau tanpa SIM, melebihi batas kecepatan, tidak menggunakan helm SNI bagi pengendara roda dua, serta pengemudi roda empat yang tidak mengenakan sabuk pengaman.
Selain itu, petugas juga akan menindak penggunaan ponsel saat berkendara, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi (brong), mengemudi di bawah pengaruh alkohol, melawan arus lalu lintas, berboncengan lebih dari satu orang, serta menerobos lampu merah.
“Termasuk kendaraan yang masuk kategori over dimension over load (ODOL) dan pemeriksaan ramp check bagi unit perusahaan otobus (PO),” tegasnya.
Polres Ponorogo juga mengimbau masyarakat agar melengkapi surat-surat kendaraan, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengedepankan etika berkendara guna menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Baca juga : BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi di Februari, BPBD Kediri Minta Warga Waspada
“Operasi ini merupakan langkah cipta kondisi menjelang Ramadan dan Idul Fitri, sekaligus sebagai persiapan awal sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat 2026,” pungkas Kompol Try Widyanto.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin






