Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Kebakaran hebat melanda area pabrik pengolahan kayu PT YWI yang berada di Jalan Raya Lamongan-Mantup KM 16, Desa Pelang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jumat (25/9/2026) siang.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke sejumlah bangunan serta material yang berada di kawasan pabrik.
Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dan dapat disaksikan dari jarak cukup jauh. Tumpukan serbuk kayu dan berbagai material yang mudah terbakar membuat api cepat membesar.
Kondisi cuaca yang panas disertai hembusan angin turut menjadi tantangan bagi petugas dalam mengendalikan kobaran api. Pemadaman pun dilakukan secara intensif agar api tidak menjalar ke bagian lain dari kompleks pabrik.
Baca juga : Lima Pabrik PT SPS Gelar Doa Bersama untuk Korban Kecelakaan Kerja di Lamongan
Sejumlah armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Tidak hanya dari Lamongan, bantuan juga datang dari unit Damkar Mojokerto, Jombang, Bojonegoro serta Yon TP Ngimbang.
Petugas kepolisian bersama personel pemadam kebakaran dan pekerja pabrik kemudian melakukan upaya pemadaman secara bersama-sama. Selang-selang air diarahkan ke sejumlah titik yang masih mengeluarkan api maupun asap.
Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid membenarkan kejadian kebakaran tersebut. Ia mengatakan laporan diterima Polsek Kembangbahu sekitar pukul 11.30 WIB.
“Benar bahwasanya Polsek Kembangbahu Polres Lamongan telah menerima laporan pada hari Jumat 25 September 2026 sekira pukul 11.30 WIB terjadi kebakaran di Pabrik PT YWI di Desa Pelang, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan,” ujarnya.
Begitu menerima laporan, anggota Polsek Kembangbahu langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dari sejumlah wilayah.
Menurut Hamzaid, kobaran api telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas gabungan masih melakukan pembasahan di area pabrik untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
“Saat ini api berhasil dipadamkan dan tim gabungan masih melakukan pembasahan di lokasi kejadian,” jelasnya.
Kebakaran tersebut mengakibatkan tujuh bangunan di lingkungan pabrik terdampak. Selain itu, satu unit doseer dan satu unit dump truck juga ikut terbakar.
Dari kejadian tersebut, total kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar.
Baca juga : Perumda Pasar Kediri Buka Opsi Cicilan Tunggakan, Pedagang Diberi Ruang Bernapas
“Kerugian ditaksir kurang lebih Rp10 miliar,” ungkap Hamzaid.
Pembasahan dilakukan terutama pada area yang dipenuhi tumpukan serbuk kayu. Material tersebut dinilai masih berpotensi menyimpan bara sehingga perlu dipastikan benar-benar aman sebelum petugas meninggalkan lokasi.
Sementara itu, hingga kini polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk membantu mengungkap sumber awal api sekaligus memastikan rangkaian kejadian secara lengkap.
“Untuk penyebab kejadian masih dilakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian,” pungkas Hamzaid. ***
Reporter: Suprapto





