Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Solidaritas terhadap korban kecelakaan kerja di PT Superior Prima Sukses Tbk (SPS) ditunjukkan keluarga besar perusahaan dengan menggelar doa bersama secara serentak di lima pabrik, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan tersebut digelar untuk mendoakan para pekerja yang menjadi korban kecelakaan kerja di pabrik PT SPS Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Kamis (17/9/2026). Selain untuk para korban, doa juga ditujukan bagi keluarga yang terdampak musibah tersebut.
Lima lokasi yang melaksanakan doa bersama yakni pabrik Lamongan sebagai lokasi kejadian, serta pabrik di Mojokerto, Sidoarjo, Sragen, dan Banjarnegara.
Para karyawan di masing-masing lokasi berkumpul dan memanjatkan doa agar korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Doa juga dipanjatkan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta korban yang masih menjalani perawatan segera memperoleh kesembuhan.
Dalam kecelakaan kerja tersebut, lima pekerja dinyatakan meninggal dunia. Korban pertama yakni M. Sahrul Fahmi (25), warga Dusun Gerdu, Desa Banaran, Kecamatan Babat, yang meninggal di lokasi kejadian.
Korban berikutnya Imam Sugiono (34), warga Dusun Jetis, Kecamatan Kedungpring. Ia meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Muhammadiyah Lamongan sekitar pukul 04.00 WIB, Jumat (18/9/2026).
Kemudian Robith Fatahillah, warga Desa Nyabung, Kecamatan Laren, meninggal dunia di rumah sakit yang sama sekitar pukul 09.30 WIB pada hari tersebut.
Korban lainnya, Fiki, warga Putat Lor, Kecamatan Turi, meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Dr Soetomo Surabaya sekitar pukul 01.00 WIB, Jumat (18/9/2026).
Sementara Akhmad Arif Wijaya (31), warga Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, sebelumnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya. Namun, nyawanya akhirnya tidak tertolong.
Selain lima korban meninggal dunia, dua pekerja lainnya masih menjalani perawatan intensif di Surabaya. Sigit Kamseno (36), warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, Surabaya, mengalami luka bakar sekitar 95 persen dan dirawat di RSUD Dr Soetomo Surabaya.
Baca juga : Hari Tani Nasional, Pemkab Kediri Bangun 26 Sumur Submersible untuk Hadapi Kemarau Panjang
Satu korban lainnya, Andika Dwi Ramadhan (20), warga Ndateng, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, mengalami luka bakar sekitar 35 persen dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya.
Doa bersama berlangsung dalam suasana khidmat. Para karyawan dari lima lokasi pabrik mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap rekan kerja yang menjadi korban maupun keluarga yang ditinggalkan.
SPI HRD GA PT Superior Prima Sukses, Wijaya, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud solidaritas seluruh keluarga besar perusahaan atas musibah yang terjadi.
“Harapan kita dengan doa bersama ini menjadi penguat bagi kita maupun bagi keluarga korban. Semoga keluarga korban yang ditinggalkan diberi kekuatan, korban yang berpulang diterima di sisi Allah SWT, dan korban yang masih menjalani perawatan diberi kesembuhan sehingga bisa bergabung lagi dengan kami,” ujar Wijaya.
Duka juga dirasakan Arif, salah satu rekan kerja para korban. Ia berharap korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, sementara keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan menghadapi musibah tersebut.
Untuk dua pekerja yang masih menjalani perawatan, Arif berharap kondisi mereka segera membaik dan dapat kembali pulih.
Menurut Arif, perusahaan hingga kini terus memberikan pendampingan, baik kepada korban yang menjalani perawatan maupun keluarga korban.
“Sejauh yang saya tahu dan informasi dari rekan kerja saya juga, dari pihak perusahaan sangat mendukung terkait dengan kesembuhan melalui perawatan intensif dan melakukan pendampingan terhadap keluarga korban,” ungkapnya.
Ia berharap peristiwa tersebut menjadi pembelajaran bersama agar aspek keselamatan dan kesehatan kerja semakin diperhatikan dalam setiap aktivitas di lingkungan kerja.
“Harapan kami selaku rekan kerja, semoga keselamatan kerja selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pekerjaan,” pungkas Arif.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin





