TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM — Luas lahan padi yang berhasil dipanen di Kabupaten Tulungagung pada musim tanam April–September (ASEP) tercatat jauh lebih besar dibandingkan periode Oktober–Maret (OKMAR). Pada ASEP 2025, puluhan ribu hektare sawah dilaporkan telah memasuki masa panen.
Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto, menyampaikan bahwa total luas panen padi pada periode ASEP 2025 mencapai 29.226 hektare. Angka tersebut mengalami lonjakan signifikan bila dibandingkan dengan masa tanam OKMAR sebelumnya yang hanya mencatat panen seluas 8.215 hektare.
Menurut Suyanto, perbedaan mencolok tersebut dipengaruhi oleh adanya perubahan pola musim tanam padi di wilayah Tulungagung. Pergeseran ini salah satunya dipicu oleh kondisi cuaca dalam satu tahun terakhir yang cenderung tidak stabil.
Baca juga : Dana Desa 2026 di Tulungagung Terpangkas Tapi Alokasi Dana Desa Justru Naik Jadi Rp141 Miliar
“Musim tanam ASEP 2025 menghasilkan panen padi yang lebih luas dibandingkan OKMAR 2024/2025. Salah satu faktor utamanya karena cuaca yang sulit diprediksi,” ujar Suyanto kemarin.
Berkaca pada capaian tersebut, Dinas Pertanian Tulungagung saat ini tengah mengupayakan perluasan lahan tanam padi baru guna meningkatkan produktivitas. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.
Suyanto mengungkapkan, pihaknya telah mengajukan usulan perluasan lahan seluas 167 hektare kepada Kementerian Pertanian. Lahan yang diusulkan merupakan sawah basah dengan indeks pertanaman (IP) 100, yang selama ini hanya dapat ditanami padi satu kali dalam setahun.
“Dengan pengembangan ini, lahan ber-IP 100 tersebut diharapkan bisa ditingkatkan menjadi IP 200 hingga IP 300, sehingga petani dapat menanam padi dua sampai tiga kali dalam setahun,” jelasnya.
Baca juga : Pastikan Operasi Lilin Berjalan Optimal, Kapolres Kediri Cek Pospam–Posyan hingga Jalur Perbatasan
Lebih lanjut, luas panen yang mencapai lebih dari 29 ribu hektare tersebut turut berdampak pada peningkatan produksi padi di Tulungagung. Sepanjang tahun 2025, total produksi padi tercatat mencapai 298.377 ton.
Dari jumlah tersebut, diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 186.150 ton beras. Produksi beras itu disebut mengalami surplus hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Tulungagung selama kurang lebih 10 bulan.
“Total produksi padi tahun ini mencapai 298.377 ton, setara dengan 186.150 ton beras. Angka tersebut menunjukkan surplus sekitar 50 persen,” pungkas Suyanto.
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





