Trenggalek, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Trenggalek meresmikan integrasi pelayanan kesehatan primer, sebuah langkah signifikan untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah desa dan kelurahan.
“Dengan adanya integrasi layanan primer ini diharapkan derajat kesehatan masyarakat lebih meningkat,” kata Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat melaunching program tersebut di Pendopo Trenggalek.
Integrasi layanan kesehatan primer ini merupakan bagian integral dari transformasi kesehatan yang berfokus pada tiga aspek utama: siklus hidup sebagai fokus integrasi pelayanan, perluasan layanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat kelurahan dan padukuhan, serta memperkuat pemantauan wilayah setempat.
Baca juga : Batik Air Tambah Penerbangan dari Bandara Dhoho Kediri, Buka Rute Kediri- Denpasar
Sasarannya meliputi ibu hamil, bersalin, nifas, bayi, anak pra sekolah, usia sekolah dan remaja, usia dewasa, dan lansia. Selain itu, program ini juga mengedepankan pengendalian penyakit menular dan layanan lintas kluster seperti laboratorium, farmasi kegawatdaruratan, hingga rawat inap di puskesmas yang memiliki fasilitas tersebut.
Bupati Nur Arifin menjelaskan bahwa delivery unit yang diharapkan dapat memberikan layanan primer di tingkat kecamatan adalah puskesmas, di tingkat kelurahan adalah puskesmas pembantu, dan di tingkat padukuhan serta RT/RW adalah Posyandu. “Ini jadi penting karena dengan adanya integrasi layanan yang oke ini dibutuhkan dukungan dari semua pihak, salah satunya adalah para kepala desa,” imbuhnya.
Bupati juga menekankan pentingnya meningkatkan edukasi kesehatan masyarakat. Ia meminta agar peran PKK, organisasi wanita seperti Fatayat, Muslimat, dan lainnya diaktifkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan.
Baca juga : Aksi Pengerusakan Pagar Alun-Alun Kota Kediri Dilaporkan ke Polisi, Ini Komentar kepala Inspektorat
“Waduh nanti pekerjaan saya nambah banyak, makanya biar kader-kader kesehatan itu pekerjaannya tidak nambah, beri edukasi ke masyarakat untuk melakukan self-assessment terhadap kegiatan mereka. Itu menjadi penting,” ujarnya.
Mas Ipin, sapaan akrab Bupati, menekankan bahwa prioritas integrasi layanan primer ini adalah pada kelompok yang paling rentan, termasuk remaja sehat, ibu hamil berisiko tinggi, dan lansia. Ia juga menyebutkan program pendukung seperti “Sehat yang Dibayar” dan “Dapur Cinta” yang diinisiasi oleh Ketua TP-PKK Trenggalek, Novita Hardini, harus tepat sasaran.
“Saya mendukung dan saya minta desa-desa nanti semuanya menyelenggarakan Posyandu integrasi layanan kesehatan ini. Sekarang masih 84 dari 157 desa/kelurahan. Saya ucapkan terima kasih kepada yang sudah menjalankan,” pungkasnya.
Reporter : Angga Prasetya
Editor : Hadiyin





