Kediri, LINGKARWILIS.COM – Wahana Wisata Keluarga (WWK) Kelurahan Campurejo resmi didorong menjadi ikon wisata keluarga Kota Kediri usai diresmikan Wali Kota Kediri. Kehadiran ruang publik baru ini diharapkan tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga penggerak ekonomi warga di Kecamatan Mojoroto.
Camat Mojoroto Abdur Rahman, S.H., M.Si menegaskan, pasca peresmian, WWK Campurejo telah difungsikan sebagai destinasi wisata keluarga berbasis masyarakat. Pemerintah kecamatan, kata dia, bertugas memastikan program pemerintah benar-benar berjalan dan memberi dampak langsung bagi warga.
“Setelah diresmikan, taman ini harus hidup. Kami mengajak seluruh LKK, RT/RW, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini. Ini ruang bersama yang disiapkan untuk kesejahteraan warga,” tegasnya, Jumat (30/1/2026).
Baca juga : Cegah Konvoi dan Live TikTok di Jalan, Satlantas Polres Kediri Kota Gelar Jumat Gaul di Sekolah
Menurut Abdur Rahman, pengembangan WWK Campurejo juga sejalan dengan visi Wali Kota Kediri dalam memperkuat wisata lokal yang mampu menarik pengunjung dari dalam maupun luar daerah, sekaligus menggerakkan ekonomi di lingkungan sekitar.
Sementara itu, Lurah Campurejo Suntoro menyatakan kesiapan penuh kelurahan dalam mengelola kawasan wisata tersebut secara berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak agar taman tidak hanya ramai di awal, tetapi terus berkembang dalam jangka panjang.
“Kami siap mengelola taman ini bersama masyarakat dan OPD terkait. Harapannya, WWK Campurejo menjadi ruang kebersamaan, ruang usaha warga, sekaligus destinasi wisata keluarga yang membanggakan,” ujarnya.
Suntoro juga mengimbau masyarakat untuk menjaga fasilitas dan tidak menyalahgunakan fungsi taman demi keberlanjutan manfaat bagi warga sekitar.
Baca juga : Aroma Siomay dan Batagor Khas Bandung Menggoda, Kuliner Pinggir Jalan Ini Jadi Favorit Warga Kediri
Ke depan, kata Suntoro, pengelolaan WWK Campurejo akan melibatkan Dinas PUPR, Dispora, serta OPD terkait lainnya. Kelurahan Campurejo berperan sebagai pengelola lapangan, sementara Kecamatan Mojoroto menjadi pengarah dan penguat koordinasi lintas sektor.***
Reporter : Agus SUlistyo
Editor : Hadiyin






