BLITAR, LINGKARWILIS.COM β Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar terus mengupayakan percepatan pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) dengan menargetkan pembebasan lahan rampung tahun ini.
Bupati Blitar, Rijanto, menegaskan bahwa JLS merupakan proyek nasional yang membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.
“JLS menghubungkan daerah-daerah di pesisir selatan, termasuk Blitar yang terintegrasi dengan Tulungagung. Oleh karena itu, seluruh elemen harus bersatu demi kelancaran proyek ini,” ujarnya, Jumat (14/3/2025).
Baca juga :SDN Burengan 5 Kota Kediri Gelar Pondok Ramadhan, Bentuk Karakter Religius Siswa
Ia menambahkan bahwa pembangunan JLS tidak hanya menggunakan lahan milik pemerintah, tetapi juga lahan warga. Oleh sebab itu, diperlukan sosialisasi yang menyeluruh agar masyarakat memahami pentingnya proyek ini.
“Warga harus mendapatkan informasi yang utuh, jangan setengah-setengah. Apalagi ini adalah program nasional yang berdampak besar bagi aksesibilitas dan perekonomian,” jelasnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2 Pansela 2 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali, Leo Aditya, menyampaikan bahwa proses pembebasan lahan sejauh ini berjalan lancar meskipun memerlukan koordinasi intensif dengan Pemkab dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Baca juga :Β Alat Berat Proyek Tol Kediri-Tulungagung Serobot Lahan Warga, Nyaris Ricuh
“Ada sekitar 32 bidang lahan yang harus dibebaskan, salah satunya di Desa Tulungrejo, Kecamatan Wates. Pembebasan lahan ini sangat krusial karena menentukan kelancaran pengerjaan proyek,” ungkapnya.
Leo berharap dalam tiga bulan ke depan seluruh lahan yang dibutuhkan sudah dapat dibebaskan. Ia menekankan bahwa koordinasi yang solid antara Pemkab Blitar, warga, serta instansi terkait menjadi kunci utama dalam percepatan proses tersebut.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





