Blitar, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Kabupaten Blitar memilih bersikap hati-hati terkait rencana perekrutan pegawai baru pada 2026. Berbeda dengan Kota Blitar yang telah memastikan tidak membuka rekrutmen CPNS, Pemkab Blitar masih melakukan penghitungan matang.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Blitar, Budi Hartawan, mengungkapkan hingga kini pihaknya belum mengambil keputusan final. Salah satu pertimbangan utama adalah kemampuan anggaran daerah, khususnya untuk belanja pegawai.

“Masih kami hitung kemampuan anggarannya. Karena belanja pegawai harus disesuaikan dengan kekuatan keuangan daerah,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Ia menjelaskan, setiap tahun terdapat ratusan aparatur sipil negara yang memasuki masa pensiun. Kondisi tersebut tentu perlu diantisipasi dengan pengisian jabatan, terutama untuk posisi strategis seperti eselon II atau setingkat kepala dinas yang harus segera diisi pejabat definitif.
Baca juga : Jaranan Kediri Jayati Tampil Sakral dan Dongkrak UMKM, Ini Infonya
Meski demikian, ia memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal meskipun ada kekosongan yang sementara diisi oleh pejabat pelaksana tugas (Plt).
Budi menambahkan, secara umum porsi anggaran belanja pegawai di Kabupaten Blitar masih berada dalam batas aman, yakni tidak melebihi ketentuan maksimal 30 persen. Namun, tantangan muncul dari berkurangnya dana transfer pusat ke daerah akibat kebijakan efisiensi anggaran.
“Kalau masih dalam batas aman, bisa saja dilakukan perekrutan. Tapi kalau membebani keuangan daerah, tentu tidak bisa. Semua kembali pada kekuatan anggaran,” tegasnya.
Baca juga : Pertama, Kontes Nasional Ikan Moly dan Cupang Digelar di Kabupaten Kediri
Sebelumnya, Pemkot Kota Blitar telah memastikan tidak membuka rekrutmen ASN tahun ini. Wali Kota Syauqul Muhibbin memilih memaksimalkan sumber daya yang ada, menyusul penurunan dana transfer dari pemerintah pusat yang mencapai lebih dari Rp130 miliar.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





