Ponorogo, LINGKARWILIS.COM β Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo bersiap melelang puluhan aset daerah yang sudah tidak lagi dimanfaatkan. Sebanyak 32 kendaraan dinas, terdiri dari 29 unit sepeda motor dan tiga unit mobil, akan dilepas melalui mekanisme lelang untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Bidang Aset BPPKAD Ponorogo, Zainal Arifin, mengatakan saat ini proses lelang masih berada pada tahap penilaian nilai pasar oleh tim appraisal. Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar penetapan nilai limit atau harga minimal lelang yang nantinya ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati.
“Sesuai data, yang akan dilelang ada 29 kendaraan roda dua dan tiga kendaraan roda empat. Nilai limitnya berbeda-beda karena disesuaikan dengan hasil penilaian,” ujar Zainal.
Mayoritas kendaraan yang akan dilelang merupakan kendaraan operasional berusia tua dengan tahun produksi sekitar 1990 hingga 2010. Beberapa di antaranya merupakan sepeda motor Honda Win dan Yamaha YT yang sudah tidak lagi digunakan oleh organisasi perangkat daerah (OPD).
Baca juga :Β Empat SD Negeri di Ponorogo Tak Dapat Murid Baru, Pemkab Pertimbangkan Regrouping Sekolah
“Rata-rata motornya memang jenis lama, seperti Honda Win dan Yamaha YT,” katanya.
Selain kendaraan dinas, Pemkab Ponorogo juga akan melelang sejumlah aset elektronik yang sudah tidak layak pakai. Aset tersebut meliputi kipas angin, pendingin ruangan (AC), hingga perangkat komputer.
BPPKAD memperkirakan hasil penjualan seluruh aset tersebut dapat memberikan tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih dari Rp200 juta.
“Targetnya bisa menyumbang PAD di atas Rp200 juta,” jelasnya.
Baca juga :Β Peringati Hari Anak Nasional, Kapolres Kediri Kota Pentaskan Wayang Edukatif di Mapolsek Kediri Kota
Zainal menambahkan, setelah seluruh persyaratan administrasi selesai, dokumen lelang akan diserahkan kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Madiun untuk proses penjadwalan pelaksanaan lelang.
“Kalau semua proses berjalan lancar, mudah-mudahan lelang bisa dilaksanakan sebelum Oktober,” pungkasnya.***
Reporter : SOny Prasetyo
Editor : Hadiyin





