LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menghadapi kekurangan serius tenaga kesehatan khususnya bidan yang berperan penting dalam pelayanan kepada ibu hamil dan keluarga. Saat ini, jumlah kekurangan mencapai 80 tenaga kesehatan.
Wali Kota Batu, Nurochman, menyampaikan bahwa kebutuhan tersebut sangat mendesak dan berdampak langsung pada kualitas layanan kesehatan terutama di tingkat desa. Menurutnya, kekosongan ini menjadi hambatan dalam upaya menciptakan pelayanan kesehatan yang ideal.
βIni memang kebutuhan kita saat ini. Tapi kita tidak bisa lagi merekrut tenaga harian lepas. Skema seperti apa yang bisa digunakan, itu masih dipelajari dan belum ada rekomendasi,β ujarnya, Kamis (15/5).
Ia menegaskan bahwa skema tenaga harian lepas tak lagi bisa digunakan, bahkan model pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pun dianggap kurang tepat, mengingat kebutuhan yang sangat spesifik pada bidang kebidanan.
Sudah 5 Kali Masuk Penjara, Raja Jambret di Batu Akhirnya Berhasil Ditangkap Polisi
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Batu, Santi Restuningsasi, mengatakan pihaknya tengah mempertimbangkan untuk mengajukan tambahan formasi tenaga kesehatan kepada Kementerian PANRB dan BKN. Koordinasi akan dilakukan untuk menyampaikan tingkat urgensi dari kondisi ini, meskipun saat ini belum memasuki masa rekrutmen resmi.
“Kalau memang diperlukan, kami juga mempertimbangkan opsi kerja sama dengan lembaga penyedia jasa kesehatan melalui skema pengadaan dan jasa,” ungkap Santi.
Pemkot Batu kini tengah mengkaji dua alternatif solusi, yakni pengajuan formasi tambahan dan skema outsourcing. Kedua langkah ini diupayakan agar kebutuhan tenaga kesehatan bisa segera teratasi tanpa melanggar aturan yang berlaku.
Reporter : Arief Juli Prabowo
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





