Batu, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berbasis riset dengan menandatangani Nota Kesepakatan Sinergi (NKS) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Senin (27/10/2025).
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Wali Kota Batu Nurochman dan Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr. Yopi, disaksikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Apresiasi BRIDA Optimal dan Forum Koordinasi Riset dan Inovasi Daerah 2025, yang dihadiri oleh sejumlah kepala daerah dari berbagai provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia.
Bacajuga : Dewan Apresiasi Revitalisasi 32 SD Negeri di Kabupaten Kediri
Melalui kerja sama ini, Pemkot Batu berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan BRIN untuk mengembangkan kebijakan publik yang berbasis bukti dan hasil riset ilmiah.
Langkah ini sejalan dengan arah pembangunan yang tercantum dalam RPJMD Kota Batu 2025–2029, yang menekankan prinsip pembangunan berkelanjutan, inovatif, dan berorientasi pada manfaat langsung bagi masyarakat.
Wali Kota Batu, Nurochman, menyebutkan bahwa sinergi dengan BRIN menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas riset dan inovasi di tingkat daerah, agar setiap kebijakan yang diambil memiliki landasan ilmiah yang jelas.
Baca juga : Tujuh Wisudawan UNP Kediri Raih Predikat Terbaik, Ada yang Mendapat IPK Sempurna
“Melalui kemitraan ini, kami ingin memastikan bahwa kebijakan di Kota Batu tidak hanya cepat menanggapi kebutuhan masyarakat, tetapi juga disusun berdasarkan data dan kajian yang akurat,” ungkapnya.
Selain penandatanganan NKS, agenda tersebut juga mencakup penyerahan 12 rekomendasi kebijakan baru dari BRIN kepada pemerintah daerah, serta pelaksanaan Forum Inovasi Daerah sebagai sarana memperkuat kolaborasi riset dan tata kelola inovasi antara BRIN dan pemerintah daerah.
Pihak BRIN menegaskan, kerja sama lintas lembaga ini diharapkan mampu mewujudkan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan berbasis hasil riset di berbagai daerah di Indonesia.***
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor : Hadiyin






