BATU, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kota Batu mulai menyusun arah pembangunan Tahun Anggaran 2027 dengan pendekatan lebih selektif dan berorientasi pada dampak langsung bagi masyarakat.
Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa keterbatasan fiskal akibat penyesuaian dana transfer dari pemerintah pusat menuntut pemerintah daerah lebih cermat dalam menentukan prioritas program.
Dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026), ia menyebut tahun 2027 bukan sekadar kelanjutan program sebelumnya, melainkan momentum untuk memastikan setiap alokasi anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat hingga tingkat desa.
“Kita tidak lagi bicara hanya soal banyaknya program, tapi seberapa besar dampaknya. Dengan kondisi fiskal yang ada, semua harus tepat sasaran dan terukur,” ujarnya.
Baca juga : Jelang Lebaran, BULOG Kediri Gelontorkan 685 Ton Beras dan 137 Ribu Liter Minyak untuk 34 Ribu Warga
Ia menjelaskan, sisa kemampuan anggaran yang diproyeksikan sekitar Rp387,5 miliar akan difokuskan pada sektor-sektor strategis, seperti pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Di sektor pendidikan, Pemkot Batu memastikan keberlanjutan Program Seribu Sarjana tetap menjadi prioritas. Menurutnya, peningkatan jumlah penerima manfaat merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“SDM ini fondasi. Kita siapkan generasi ke depan dengan akses pendidikan yang lebih luas. Itu yang akan menentukan daya saing Kota Batu ke depan,” tegasnya.
Sementara di sektor kesehatan, pemerintah akan memprioritaskan pemerataan layanan dasar, termasuk pembangunan fasilitas puskesmas dan pemenuhan sarana pendukung di desa.
“Pelayanan kesehatan tidak boleh timpang. Semua warga harus punya akses yang sama, baik di kota maupun desa,” katanya.
Selain itu, Nurochman juga menekankan pentingnya transformasi ekonomi daerah melalui optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ia menilai BUMD harus mampu menjadi penggerak sektor UMKM, pertanian, hingga pariwisata.
Baca juga : Dahsyat, Penampilan Marching Band Genta Buana Brawijaya SMA Taruna Brawijaya Kediri Selalu Pukau Penonton
“BUMD tidak boleh hanya berjalan biasa. Harus jadi motor penggerak ekonomi lokal, memberi manfaat langsung ke masyarakat,” ujarnya.
Untuk proyek berskala besar seperti Mal UMKM dan Spiritual Botanical Garden, Pemkot Batu akan mengedepankan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) guna menjaga keberlanjutan pembangunan tanpa membebani APBD.
“Kita harus adaptif. Kalau bisa dikerjakan dengan kolaborasi, kenapa tidak. Yang penting proyek tetap jalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Isu lingkungan juga menjadi perhatian dalam perencanaan 2027, khususnya terkait percepatan pengelolaan sampah terpadu serta penguatan infrastruktur ramah lingkungan.
“Intinya sederhana, program harus terasa manfaatnya oleh masyarakat. Itu yang kita jaga di 2027 dengan landasan pemerataan serta berkelanjutan,” pungkasnya.***
Reporter : Arief Prabowo
Editor : Hadiyin





