BLITAR, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kota Blitar mengajukan permohonan anggaran sebesar Rp 200 miliar kepada pemerintah pusat guna memperkuat infrastruktur dan fasilitas layanan kesehatan di daerah. Usulan ini disampaikan langsung saat kunjungan kerja Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, ke Kota Blitar baru-baru ini.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, dr. Dharma Setiawan, pada Minggu (29/6/2025). Menurutnya, anggaran yang diusulkan terbagi untuk dua kebutuhan utama, yakni RSUD Mardi Waluyo dan tiga puskesmas yang ada di wilayah Kota Blitar.
“Totalnya sekitar Rp 200 miliar, dan kami sampaikan langsung kepada Wapres saat kunjungan. Dana itu difokuskan untuk pengadaan alat kesehatan yang sangat dibutuhkan,” terang Dharma.
Baca juga : KAI Kediri Gelar Konsultasi Hukum Gratis di Balowerti, Wujudkan Akses Keadilan untuk Masyarakat
Beberapa alat kesehatan yang menjadi prioritas pengadaan antara lain nebulizer, diagnostic spirometry, dan perangkat imaging untuk mendeteksi kondisi anatomi tubuh pasien. Menurut Dharma, alat-alat tersebut krusial untuk peningkatan layanan kesehatan namun belum dapat terpenuhi karena keterbatasan anggaran daerah.
“Kami berharap dengan bantuan dari pusat, alat-alat ini bisa segera tersedia dan layanan kepada masyarakat menjadi lebih maksimal,” ujarnya.
Dharma juga menambahkan, usulan ini menjadi wujud komitmen Pemkot Blitar dalam menghadirkan layanan kesehatan yang optimal dan responsif terhadap kebutuhan warga. Salah satu puskesmas yang dikunjungi langsung oleh Wapres, yakni Puskesmas Sukorejo dan Karangsari, disebut menjadi perhatian dalam penyusunan usulan.
Baca juga : Cabor Barongsai Kota Kediri Raih Juara Umum di Debut Porprov Jatim IX 2025
Sementara itu, Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, dalam kesempatan tersebut juga mendorong agar RSUD Mardi Waluyo bisa mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat. Rumah sakit yang berada di Jalan Kalimantan itu saat ini tengah melakukan perbaikan menyeluruh, baik dari sisi manajemen maupun layanan.
“Harapannya, RSUD Mardi Waluyo bisa berkembang menjadi rumah sakit rujukan untuk wilayah sekitar,” tandas Dharma.





