Pemudik Mulai Tiba di Terminal Seloaji Ponorogo, Diprediksi Meningkat Hingga Malam Hari

Pemudik Mulai Tiba di Terminal Seloaji Ponorogo, Diprediksi Meningkat Hingga Malam Hari
Sejumlah pemudik dari Surabaya tiba di terminal Seloaji Ponorogo (Sony)

PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Arus kedatangan pemudik di Terminal Tipe A Seloaji, Ponorogo, mulai menunjukkan peningkatan signifikan menjelang Idul Fitri 2026. Memasuki H-7 hingga H-2, Rabu (18/3/2026), jumlah penumpang terus bertambah dan diperkirakan akan memuncak pada sore hingga malam hari.

Kepala Terminal Tipe A Seloaji, Dandy Priasurendra, mengungkapkan hingga pukul 12.00 WIB tercatat sekitar 3.950 penumpang telah tiba di terminal. Angka tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat.

bayar PBB Kota Kediri

“Untuk hari ini kemungkinan ada lonjakan hingga 5 ribu sampai 6 ribu penumpang, bahkan bisa dua kali lipat dari kondisi saat ini. Secara keseluruhan diperkirakan bisa mencapai 6 sampai 7 ribu penumpang,” ujarnya.

Menurutnya, arus kedatangan didominasi penumpang Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), khususnya dari rute Surabaya, Madiun, hingga Pacitan menuju Ponorogo. Sementara itu, penumpang dari luar provinsi juga mulai berdatangan meski menghadapi sejumlah kendala.

Baca juga : Berkas Sudah Dilimpahkan, Kasus Dugaan Pengeroyokan di Lapas IIA Kediri Belum Bergerak

“Untuk AKDP relatif lancar, namun AKAP ada keterlambatan. Misalnya dari Bali, ada kendala di penyeberangan sehingga bus yang biasanya tiba pagi mundur beberapa jam,” jelasnya.

Ia menambahkan, kedatangan dari Jakarta belum terpantau secara detail, namun diperkirakan ikut terdampak kepadatan di jalur tol, seperti kawasan Cikampek.

Terminal Seloaji menjadi titik transit utama bagi penumpang menuju berbagai wilayah di Ponorogo, termasuk jalur menuju Badegan. Dari sisi operasional, jumlah kendaraan yang masuk juga meningkat signifikan, dari rata-rata 70–100 unit per hari menjadi sekitar 195–200 unit.

Meski demikian, kondisi terminal masih terpantau terkendali dan belum mengalami lonjakan ekstrem.

“Secara umum masih relatif normal, belum sampai overload seperti tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.

Baca juga : Berkas Sudah Dilimpahkan, Kasus Dugaan Pengeroyokan di Lapas IIA Kediri Belum Bergerak

Sementara itu, arus balik diperkirakan mulai terjadi pada 24 Maret 2026, dengan puncaknya pada 29 Maret 2026. Tahun ini, arus balik diprediksi lebih ramai karena adanya program mudik gratis serta perbedaan jadwal masuk kerja dan sekolah.

“Biasanya arus balik lebih ramai karena faktor mudik gratis dan perbedaan jadwal aktivitas masyarakat,” pungkasnya.***

Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://soleco-energy.com/ https://zonawin777top.com/ https://dwpcabdinkabmlg.com/bidang-sosial-budaya-eval/ https://lingkarwilis.com/mail/ https://onlymyenglish.com/about-us/ https://www.ramanhospital.in/about.html https://umbi.edu/visit/ https://dkpbuteng.com/ https://rsiaadina.com/ https://inl.co.id/about-us/ situs toto