Blitar, LINGKARWILIS.COM β Kabupaten Blitar kini menghadirkan destinasi wisata sejarah baru yang kian menarik perhatian. Tak jauh dari Alun-Alun Kota Blitar, Pendapa Ronggo Hadinegoro yang merupakan rumah dinas Bupati Blitar, kini terbuka untuk kunjungan masyarakat setiap Minggu pagi.
Kebijakan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat warisan budaya dan sejarah daerah. Pendapa yang menghadap ke selatan ini tak hanya memiliki nilai arsitektur Jawa yang kuat, tetapi juga menjadi saksi perjalanan kepemimpinan di Blitar dari masa ke masa.
“Kami ingin masyarakat lebih mengenal sejarah daerah, termasuk bangunan yang menjadi bagian penting dari pemerintahan Kabupaten Blitar,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Blitar, Suhendro Winarso, pada Jumat (18/7/2025).
Baca juga :Β Kirab Budaya Kelurahan Dermo, Kota Kediri, Warnai Tradisi Bersih Desa, Mengenang Peran Tokoh Leluhur Angkling Darmo
Langkah ini disebut sebagai terobosan baru karena sebelumnya, saat kepemimpinan Bupati Rini Syarifah, pendapa tidak dibuka untuk umum di hari Minggu. Kini, dengan kebijakan baru tersebut, masyarakat dapat menjelajah isi pendapa, sekaligus menyaksikan berbagai kegiatan seni budaya seperti latihan tari dari Sanggar Tari Pendopo.
Menurut Suhendro, sejak mulai dibuka pada Mei lalu, antusiasme warga terus meningkat. Banyak pengunjung yang sebelumnya mengira pendapa adalah kawasan privat, kini menyempatkan mampir saat car free day. Untuk memperkaya pengalaman wisata, pendapa juga dilengkapi pemandu dari kalangan duta wisata yang siap menjelaskan sejarah bangunan kepada para pengunjung.
Pendapa Ronggo Hadinegoro sendiri merupakan bangunan peninggalan Bupati kedua Blitar, KPH Warsoekoesomo, yang dibangun pada 1875. Di tempat ini pula, peristiwa besar seperti letusan Gunung Kelud pada 1919 meninggalkan jejak sejarah yang masih terlihat hingga kini, berupa abu vulkanik yang menempel di bagian tertentu bangunan.
Baca juga :Β Polres Kediri Tangkap Enam Oknum Perguruan Silat Usai Keroyok Mahasiswa
Struktur pendapa terdiri dari beberapa bagian: kuncungan di depan, ruang pendapa utama, longkangan, dan rumah induk di bagian belakang. Di sisi timur juga terdapat ruangan khusus yang menyimpan sejumlah pusaka bersejarah, salah satunya adalah cemethi legendaris bernama Samandiman, yang dikenal luas oleh masyarakat Blitar.
Dengan dibukanya pendapa untuk publik, Pemkab Blitar berharap generasi muda lebih mengenal dan mencintai sejarah serta budaya lokal. Inisiatif ini menjadi jembatan penting antara masa lalu dan masa kini untuk membangun identitas dan kebanggaan daerah.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





