Kediri, LINGKARWILIS.COM – Kesiapan Bandara Internasional Dhoho Kediri kembali mendapat sorotan dalam kegiatan bertajuk Infrastruktur and Service Readiness for Dhoho International Airport, Rabu (10/12) siang.
Acara ini menghadirkan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Mohamad Irfan Yusuf, yang datang bersama Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Direktur SDHI Maksin Arisandi, sejumlah direksi maskapai, serta perwakilan dari 30 maskapai internasional.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini tak lepas dari peningkatan status Bandara Dhoho menjadi bandara internasional sejak Agustus lalu, sehingga membuka peluang penerbangan internasional oleh puluhan maskapai asing ke Kediri di masa mendatang.
Baca juga : Gasak Kotak Amal Masjid di Tulungagung, Warga Kediri Ditangkap Polisi
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Haji dan Umrah Mohamad Irfan Yusuf menilai Bandara Dhoho memiliki keunggulan kompetitif, baik dari sisi fasilitas maupun kesiapan operasional. Ia juga menyinggung kapasitas Bandara Juanda yang semakin terbatas sehingga Dhoho dapat menjadi alternatif keberangkatan jamaah haji.
“Melalui proses evaluasi yang panjang, kami melihat Bandara Dhoho berpotensi menjadi pintu keberangkatan haji mulai 2027. Untuk umrah, penerbangan langsung ke Arab Saudi direncanakan dapat dimulai pada 2026,” ujar Irfan Yusuf.
Direktur SDHI, Maksin Arisandi, memastikan pihaknya siap mendukung layanan penerbangan umrah melalui Dhoho. Ia menyebut minat masyarakat terhadap ibadah umrah sangat tinggi dan penerbangan perdana diperkirakan berlangsung pada Februari–Maret 2026. Ia juga menyebut banyak biro perjalanan di Jawa Timur yang sudah menyatakan siap bekerja sama.
Baca juga : BLT 2025 Disalurkan Serentak di 3 Kecamatan, Kadinsos Kediri: Pastikan Tepat Sasaran
“Kami menargetkan penerbangan perdana Februari–Maret 2026. Koordinasi dengan maskapai Arab Saudi terus berjalan. Dari 30 maskapai yang kami undang, 28 hadir dalam pertemuan kali ini,” ungkapnya.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menyambut positif kunjungan Menteri Haji dan Umrah. Ia menegaskan bahwa wilayah sekitar Gunung Wilis, termasuk 15 kabupaten/kota di Jawa Timur, siap mendukung rencana pemberangkatan umrah 2026 dan haji 2027 melalui Bandara Dhoho.
“Seluruh prosedur penerbangan internasional akan dipersiapkan dengan matang agar proses pemberangkatan dapat berjalan lancar,” tegasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






