Kediri, LINGKARWILIS.COM – Rehabilitasi Jembatan Semampir yang dimulai sejak 15 September 2025 berdampak signifikan terhadap aktivitas warga. Penutupan total akses membuat arus lalu lintas menuju Jembatan Brawijaya sepi, karena kendaraan dialihkan ke jalur alternatif.
Tak hanya pengguna jalan yang harus menempuh rute lebih jauh, para pedagang di sekitar jembatan juga mengaku terpukul akibat sepinya pembeli.
Hendra, pedagang buah di kawasan tersebut, menuturkan penghasilannya menurun drastis sejak penutupan.
“Sebelum ada perbaikan, omzet harian bisa Rp700 ribu. Sekarang paling Rp200 ribu sampai Rp400 ribu,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).
Meski demikian, ia mengaku tidak memiliki pilihan untuk pindah berjualan.
“Kalau pindah lokasi butuh modal besar untuk sewa kios, belum tentu juga laku. Jadi sementara bertahan saja,” katanya.
Baca juga : Pemkot Kediri Melalui Dinas Perkim Tegaskan Komitmen Percepatan Penyerahan PSU Perumahan
Ia berharap pemerintah memberi perhatian khusus pada pedagang yang terdampak.
“Penutupan ini mendadak, cuma seminggu sebelumnya ada kabar. Tidak ada sosialisasi ke warga sekitar. Harapan kami ada kompensasi atau ganti rugi,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan Sugiono, pedagang kelontong kemitraan. Menurutnya, sepinya pembeli membuat target penjualan tidak tercapai.
“Ruko ini sewa, penjualan ada target bulanan. Kalau ditutup dua bulan jelas rugi. Kami hanya bisa pasrah dan berharap ada perhatian bagi wong cilik,” ucapnya.
Penutupan Jembatan Semampir dijadwalkan berlangsung selama dua bulan untuk memperbaiki expansion joint serta struktur beton. Dinas Perhubungan menyiapkan jalur alternatif guna menjaga kelancaran lalu lintas selama rehabilitasi berlangsung.***
Reporter: Agus Ely Burhan
Editor : Hadiyin





