KEDIRI, LINGKARWILIS.COM β Menjelang Lebaran 1446 H, permintaan jamu kunir asem dan beras kencur meningkat signifikan.
Dengan harga yang cukup terjangkau, yakni Rp 7.000 per botol ukuran sedang, jamu tradisional ini banyak diminati, terutama oleh ibu-ibu dan remaja putri. Selain itu, para pria juga mengonsumsinya untuk menjaga kebugaran tubuh.
Jamu ini diproduksi oleh Ny. Jumiati (55), warga Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo. Awalnya, usaha ini hanya sebagai aktivitas sampingan saat pandemi Covid-19 pada 2022, namun tak disangka berkembang menjadi home industry yang terus bertahan hingga sekarang.
Baca juga :Β Niat Rayakan Lebaran, Remaja di Kediri Luka Akibat Semburan Api Petasan
“Bahan-bahan seperti kunir, kunyit, kencur, dan gula mudah didapat di Pasar Sambi. Kami tinggal mengolahnya. Dalam sehari, kami bisa memproduksi 25 botol dan melayani pesanan,” ujar Jumiati.
Mbak Jum, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa pemasaran jamunya telah menjangkau wilayah Kediri dan Blitar, baik di swalayan, toko-toko, maupun langsung dari rumahnya di Desa Sambi, Ringinrejo.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





