KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Pembangunan sumur bor melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di Desa Gadungan disambut antusias oleh para petani setempat. Infrastruktur sumber air tersebut diharapkan menjadi solusi agar petani tetap dapat bercocok tanam meski musim kemarau tiba.
Perwakilan Kelompok Tani Subur Makmur, Doni Rahman, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah bersama Tentara Nasional Indonesia dalam menghadirkan fasilitas pengairan bagi lahan pertanian warga.
Menurut Doni, mayoritas petani di Desa Gadungan menanam komoditas seperti jagung dan berbagai jenis sayur-sayuran, sementara sebagian lainnya membudidayakan tebu. Komoditas tersebut menjadi sumber penghasilan utama masyarakat setempat.
Namun, keterbatasan sumber air selama ini menjadi kendala utama yang dihadapi para petani, terutama ketika musim kemarau datang.
Baca juga : Tekan Inflasi dan Jaga Stabilitas Pasokan serta Harga Pangan, BI Kediri Gelar Bazar Pangan Ramadan
“Selama ini hanya petani yang memiliki pompa diesel pribadi yang bisa mengairi lahan. Sementara yang tidak punya terpaksa berhenti menanam saat kemarau,” ujar Doni, Senin (9/3/2026).
Akibat kondisi tersebut, sebagian lahan pertanian tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal ketika musim kemarau. Hal ini tidak hanya berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian, tetapi juga mempengaruhi pendapatan petani.
Karena itu, pembangunan sumur bor melalui program TMMD dinilai sebagai solusi nyata untuk menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian di Desa Gadungan.
Doni berharap setelah pembangunan selesai, fasilitas sumur bor tersebut dapat dimanfaatkan secara merata oleh seluruh anggota kelompok tani sehingga lahan pertanian tetap dapat digarap sepanjang tahun.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kediri dan Kodim 0809/Kediri yang telah merealisasikan bantuan ini. Semoga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang oleh para petani,” ungkapnya.
Baca juga : BI Kediri Sediakan 2.000 Paket Penukaran Uang Senilai Rp 5,3 Juta
Ia optimistis keberadaan sumber air yang memadai akan meningkatkan produktivitas pertanian di desa tersebut. Selain menjaga keberlanjutan panen, ketersediaan air juga diharapkan mampu mendukung program ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas jagung yang banyak dibudidayakan petani setempat.
Sementara itu, pelaksanaan program TMMD ke-127 di Desa Gadungan hingga saat ini terus berjalan dengan progres signifikan. Berbagai sasaran pembangunan fisik yang dikerjakan oleh Satgas TMMD bersama masyarakat telah mendekati tahap penyelesaian.
Berdasarkan perkembangan di lapangan, progres keseluruhan pelaksanaan program TMMD di wilayah tersebut saat ini telah mencapai sekitar 90 persen.
Program TMMD merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Selain menghadirkan pembangunan infrastruktur, program ini juga bertujuan mendorong pemberdayaan masyarakat agar pembangunan yang dilakukan dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Dengan kolaborasi tersebut, program TMMD ke-127 di Desa Gadungan diharapkan tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan para petani serta meningkatkan produktivitas sektor pertanian di wilayah tersebut.***
Editor : Hadiyin





