KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Warga Dusun Nunggulan, Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, dikejutkan dengan penemuan seorang petani yang meninggal dunia di area persawahan, Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 11.15 WIB.
Korban diketahui bernama Mukani (60), warga Dusun Oro-Oro Ombo RT 002/RW 004, Desa Pagung. Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, korban pertama kali ditemukan dalam posisi tertelungkup di tengah sawah oleh seorang warga yang hendak pulang setelah menyemai tanaman.
“Saksi melihat korban sudah tertelungkup di tanah. Kemudian memanggil saksi lain untuk memastikan kondisinya dan selanjutnya memberi tahu pihak keluarga,” ujar petugas di lokasi.
Menerima laporan tersebut, anggota piket Polsek Semen bersama tim Inafis Polres Kediri Kota serta tenaga kesehatan dari Kecamatan Semen segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan.
Baca juga : Jelang Lebaran, Pasar Tradisional di Kota Kediri Menggeliat, Ini Infonya
Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda kekerasan, baik akibat benda tumpul maupun benda tajam. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat kondisi kesehatan yang dideritanya.
Kanit Reskrim Polsek Semen, Fredy Kurnia, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat hipertensi dan penyakit jantung. Sebelum kejadian, korban diketahui rutin mengonsumsi obat seperti Valsartan, Clopidogrel Bisulfate, dan Bisoprolol Fumarate.
“Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Petugas juga mencatat saat ditemukan kondisi jasad diperkirakan baru meninggal kurang dari satu jam. Selain itu, terdapat keluarnya cairan tubuh yang secara medis dapat terjadi pada kasus kematian mendadak.
Baca juga : Buruan ! Dishub Kota Kediri Buka Program Balik Gratis 2026, 200 Kursi Disiapkan untuk Arus Balik Lebaran
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan tidak akan menuntut pihak mana pun serta menolak dilakukan autopsi. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya petani yang beraktivitas di lahan terbuka, agar memperhatikan kondisi kesehatan dan tidak memaksakan diri bekerja saat tubuh dalam keadaan kurang fit.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin




