Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri menggandeng BMKG untuk memberikan pemahaman kepada petani tembakau terkait dinamika cuaca yang tidak menentu di musim kemarau basah tahun ini. Kegiatan ini menyasar petani di kawasan Grogol, Banyakan, dan Tarokan yang merupakan sentra budidaya tembakau, termasuk wilayah Papar dan Purwoasri.
Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri, Sukadi, menegaskan bahwa edukasi mengenai kondisi cuaca sangat penting bagi petani tembakau, mengingat tanaman tersebut memerlukan cuaca kering untuk tumbuh optimal. Namun tahun ini, kemarau disertai curah hujan yang tidak menentu mengharuskan petani lebih waspada.
“Kolaborasi dengan BMKG ini bertujuan agar petani memahami pola cuaca yang berubah. Sebab, iklim sangat berpengaruh terhadap kualitas dan produktivitas tembakau. Di Kediri sendiri, komoditas ini punya potensi besar untuk menopang ekonomi petani,” ujar Sukadi, Kamis (12/6/2025).
Baca juga : Sebanyak 5.446 UMKM Kediri Dapat Suntikan Modal, Bupakti Kediri Mas Dhito Konsisten Dukung Ekonomi Rakyat
Ia menambahkan bahwa meski pola tanam yang diterapkan selama ini sudah sesuai, perubahan kondisi cuaca membuat petani perlu lebih jeli memantau perkembangan tanaman pascatanam. Terutama saat hujan turun di tengah musim kemarau, yang dapat berdampak buruk pada tanaman tembakau jika tidak ditangani dengan cepat.
“Informasi dari BMKG penting untuk direspons cepat. Misalnya ketika tanaman terendam hujan, perlu penanganan segera agar tidak mati. Edukasi seperti inilah yang kami dorong untuk jadi perhatian serius para petani,” jelasnya.
Langkah ini diambil sebagai upaya perlindungan dini terhadap potensi kerugian petani tembakau akibat cuaca yang tidak sesuai siklus tahunan. Dispertabun berharap sinergi dengan BMKG dapat meningkatkan kesiapsiagaan petani dalam menghadapi dampak perubahan iklim terhadap pertanian tembakau di Kabupaten Kediri.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






