Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Fraksi PKB Ponorogo bersama para kiai dan tokoh masyarakat mengadakan acara syukuran untuk merespons penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada tiga tokoh asal Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung di aula DPC PKB Ponorogo itu berjalan khidmat dan penuh rasa syukur.
Ketua DPC PKB Ponorogo, Ibnu Multazam, menyampaikan bahwa tasyakuran tersebut digelar sebagai ungkapan terima kasih sekaligus bentuk penghormatan atas keteladanan para tokoh yang mendapatkan gelar pahlawan. Menurutnya, ketiga tokoh tersebut memang sangat pantas menerima pengakuan tersebut.
“Kami bersyukur atas karunia Allah SWT. Tiga putra terbaik Jawa Timur ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Ini patut kita syukuri dan kita jadikan teladan,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).
Ibnu kemudian menyoroti nilai perjuangan masing-masing tokoh. Ia menyebut KH Cholil sebagai figur yang memberi contoh kuat tentang nasionalisme dan arti penting kemerdekaan.
“Beliau mengajarkan kepada kita untuk menolak segala bentuk penjajahan, baik fisik maupun nonfisik. Bahkan pada masa itu, melawan penjajahan Belanda menjadi kewajiban,” jelasnya.
Sementara KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), imbuh Ibnu, merupakan simbol perjuangan kemanusiaan dan demokrasi. Ia menilai jasa Gus Dur sangat besar dalam menghapus praktik represif negara pada era Orde Lama dan Orde Baru.
“Buah perjuangan beliau bisa kita rasakan sekarang. Tindakan represif yang dulu terjadi, kini tak lagi ada. Itu warisan besar Gus Dur,” tambahnya.
Baca juga : Nasib 138 ASN Hasil Mutasi Sugiri Sancoko Masih Menggantung, Pemkab Ponorogo Lakukan Kajian Ulang
Adapun Marsinah, lanjut Ibnu, adalah contoh keberanian dalam memperjuangkan hak-hak buruh di tengah tekanan pemerintahan yang represif pada zamannya.
“Pada era itu, upaya advokasi buruh saja sering dihalangi. Marsinah tampil berani untuk memperjuangkan kepentingan buruh. Sikap inilah yang harus kita kenang dan terus rawat,” tutup Ibnu Multazam.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





